Sumber Foto : mandarnews.com
Majene-Lima Sidik. Aliansi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN Majene) kembali menggelar demonstrasi terkait kebijakan-kebijakan kampus yang dinilai tidak pro kepada Mahasiswa, Kamis, (13/10) gedung Rektorat, STAIN Majene.
Hal tersebut berdasarkan tuntutan janji Birokrat terkait fasilitas kampus, transparansi dana ormawa dan RKA yang belum direalisasikan, kejelasan (Menwa), serta kebijakan mengenai wisuda.
Sahrul, sebagai jendral lapangan mengungkapkan bahwa tujuan demonstrasi ini untuk meminta keadilan terlebih kepada kebijakan biaya wisuda yang dinilai memberatkan mahasiswa. “Selain dari beberapa tuntutan tadi, saat ini kami lebih berfokus terkait dengan kebijakan wisuda, karena kami sangatlah sedih melihat para senior yang seharusnya mengikuti wisuda tahun ini namun terhalang oleh pembiayaan wisuda yang menurut kami sangatlah tidak memadai atau bisa dibilang mahal.”
Terjadi aksi bentrok antara mahasiswa dan petugas keamanan di depan gedung rektorat, namun tidak berlangsung lama ketika Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Anwar Sadat mempersilahkan aliansi mahasiswa STAIN Majene masuk ke dalam gedung rektorat lantai 1 untuk melakukan forum musyawarah.
Merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan, Aliansi mahasiswa bersikeras ingin bertemu langsung dengan ketua STAIN Majene dan melakukan diskusi musyawarah bersama untuk membahas tentang beberapa kebijakan-kebijakan kampus yang dinilai tidak pro terhadap Mahasiswa.
Dari diskusi tersebut, WAKA III mengatakan akan menghubungi ketua STAIN Majene agar diadakannya audiensi setelah ba’da jum’at namun belum ada konfirmasi sampai saat ini. “Kami belum dapat kabar sampai sekarang terkait dengan konfirmasi pimpinan. Untuk itu kami berencana menggelar demonstrasi kembali,” ujar Sahrul.
Reporter: Aida
Editor: Anafika