Majene – Lima Sidik. Free Palestine Network (FPN) Kelompok Kerja (Pokja) Majene dan Polman bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menggelar Pelatihan Gerakan Sosial Mahasiswa di Aula Terpadu Lantai 5 STAIN Majene, Sabtu (31/5/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STAIN Majene, Abdul Rahman, M.Pd., Ph.D., yang juga memberikan sambutan penuh makna.

“Hari ini, Bapak Ibu sekalian, kita menyaksikan bersama bagaimana nilai-nilai dasar kemanusiaan diuji oleh kekerasan, penindasan, dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadi terhadap rakyat Palestina. Gempuran demi gempuran, korban demi korban menjelma menjadi luka kolektif umat manusia. Namun demikian, dalam gelapnya tragedi itu, harus menyala secara terang benderang tanggung jawab kita bersama untuk tidak tinggal diam,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan semangat kolaboratif dengan melibatkan 55 organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Barat. Antusiasme peserta mencerminkan besarnya kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan, baik lokal maupun global.

Ketua panitia, Andi Arifah, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk jaringan aktivis muda yang sadar, kritis, dan solutif dalam merespons ketidakadilan.

“Tujuan dari kegiatan ini mengharapkan terjadinya jaringan aktivis muda di kalangan mahasiswa yang sadar, kritis, dan solutif dalam merespons isu-isu ketidakadilan, baik lokal maupun global,” ucapnya.

Narasumber sekaligus Sekretaris Jenderal Free Palestine Network, Furqan AMC, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan metodologi dalam menyusun agenda perubahan sosial yang terstruktur.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membekali metodologi bagi mahasiswa untuk menyusun agenda perubahan mulai dari persoalan lokal di daerah masing-masing hingga persoalan global,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa, khususnya di Sulawesi Barat, mampu menjadi motor penggerak perubahan.

“Agar teman-teman mahasiswa bisa mempelopori gerakan perubahan ini serta mahasiswa harus mampu menjadi persendian di antara tulang-tulang rakyat,” pungkasnya.

Reporter: Reza Risaldi
Editor: Ainung Salim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0