Majene – Lima Sidik. Dr. Muhammad Mutawalli Mukhlis, M.H., dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, menorehkan prestasi di kancah internasional. Ia terpilih sebagai anggota Editorial Advisory Board (EAB) pada jurnal Fakultas Hukum Ebonyi State University, Nigeria.
Mutawalli secara resmi diundang menjadi anggota tetap EAB atau Dewan Penasihat Redaksi jurnal tersebut, dan akan mulai menilai naskah sebelum diterbitkan pada bulan Juli mendatang.
Jurnal Fakultas Hukum Ebonyi State University memuat artikel-artikel yang berfokus pada kajian hukum dan kesejahteraan sosial, baik dalam konteks global, nasional, maupun lokal. Jurnal ini mengedepankan pendekatan perbandingan sistem hukum dari berbagai negara.
EAB merupakan tim yang terdiri dari para pakar atau ahli yang diberi kewenangan untuk menentukan kelayakan naskah jurnal berdasarkan hasil penilaian dan asesmen. Anggota EAB berasal dari kalangan peneliti internasional yang telah menerbitkan karya ilmiah bereputasi dan terindeks Scopus dari berbagai wilayah, seperti Asia, Eropa, dan Amerika Latin.
Kepada Lima Sidik, Mutawalli menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya sangat merasa terhormat telah diberikan kepercayaan, yang tentu kita tahu penentuan seorang ahli untuk diangkat menjadi Editorial Advisory Board tentu memiliki pertimbangan-pertimbangan akademis yang ketat, baik dari kualitas publikasi, jumlah sitasi, dan tingkat kolaborasi tulisan yang dilakukan merupakan beberapa indikator penilaian,” jelasnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (19/5/2025).
Lebih lanjut, dosen yang baru meraih gelar doktor tersebut menjelaskan bahwa dengan undangan ini, STAIN Majene secara tidak langsung menjalin hubungan kerja sama dengan Ebonyi State University, Nigeria.
“Tanpa melalui proses MoU, maka STAIN Majene dan Universitas Negeri Ebonyi Nigeria telah menjalin koneksi secara tidak langsung, dan ke depan tidak menutup kemungkinan akan saling bekerja sama dalam aspek kehidupan, penelitian, dan pengembangan institusi,” ungkapnya.
Mutawalli juga menambahkan bahwa pencapaian ini berdampak besar bagi dirinya secara pribadi.
“Untuk pribadi, tentu dampaknya akan semakin mengukuhkan dan menegaskan kepakaran, keprofesionalan, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai pendidik dan peneliti. Juga membuktikan bahwa STAIN Majene memiliki SDM berdaya saing hingga ke kancah internasional,” tambahnya.
Ia berharap pencapaian ini menjadi pemicu bagi capaian-capaian lainnya yang membawa dampak positif, baik bagi dirinya maupun bagi kampus.
“Harapan saya agar ke depan semakin banyak capaian-capaian yang dapat berdampak positif terhadap diri sendiri maupun terhadap STAIN Majene. Ke depan, semoga STAIN Majene dapat menjalin banyak kerja sama dengan universitas-universitas dalam dan luar negeri, baik dalam hal pengembangan ilmu, pengembangan SDM, hingga pertukaran pelajar. Tentu, ke depan orientasi cakupan dan capaian akademis adalah internasionalisasi, baik secara kelembagaan maupun secara akademik,” tutupnya.
Reporter: Annida Indah Khofiyah
Editor: Ainung Salim
