Majene – Lima Sidik. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ushuluddin Adab dan Dakwah (UAD) STAIN Majene sukses melaksanakan Bina Akrab yang diselenggarakan di Pantai Taraujung, Pamboang, Majene pada Minggu, (18/09/2023).
Tujuan dari kegiatan ini adalah menjadikan mahasiswa agar bisa saling membangun solidaritas dan menyatukan berbagai perbedaan yang ada. Selain itu, dengan kegiatan ini juga relasi akan bertambah luas bukan hanya dalam lingkup prodi tetapi sampai ke jurusan.
Kegiatan yang di mulai pada pukul 08.00 WITA ini, dihadiri oleh Ketua Jurusan UAD, Dr. Abd Fattah, M. Pd., Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Muh. Ainun Najib, Ketua Senat Mahasiswa (Sema), Nur Iman Saal, serta mahasiswa baru dari jurusan UAD.
Rangkaian acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dibuka secara langsung oleh ketua Jurusan UAD. Setelah itu, dilanjutkan dengan perkenalan kepada sesama mahasiswa baru, games serta beberapa kegiatan lainnya.
Ketua jurusan UAD Periode 2023-2024, Muh. Arling Syam mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal, membangun solidaritas, dan membangun relasi.
“Bina akrab merupakan sebuah kegiatan yang harus ada sebelum mahasiswa baru terjun dalam lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadikan mahasiswa bisa saling membangun solidaritas dan menyatukan berbagai perbedaan yang ada karena dengan saling mengenal satu sama lain dapat memberikan dampak positif untuk perkembangan mahasiswa sehingga mahasiswa berani untuk tampil, tidak ragu dalam bertindak dan pastinya melatih mental dan juga pikiran mereka,” tuturnya.
Selanjutnya, ia juga menyampaikan harapannya kepada Mahasiswa Baru.
“Harapannya kedepan setelah kegiatan ini, mahasiswa mampu menyuarakan gagasan-gagasan, ide-ide dan juga memperlihatkan kelebihan serta kreativitasnya selama menjadi mahasiswa. Dan yang terpenting kebersamaan tetap dijaga dan relasi diperluas bukan hanya sebatas Jurusan tetapi lebih dari itu. Semoga mahasiswa baru bisa menjadi mahasiswa yang tidak diam ketika adanya ketidaksesuaian dalam lingkungan kampus. Dan yang terpenting, sebagai mahasiswa mampu menjaga nama kampus yang unggul dan malaqbiq, unggul dalam wawasan dan keilmuan, Malaqbiq Kedzo, Pau, anna Gau’,” harapnya.
Salah satu peserta bina akrab, Ferdi, mengaku mendapatkan fakta baru setelah mengikuti kegiatan bina akrab ini.
“Saya kira bina akrab itu hanya kegiatan yang menghabiskan waktu dengan hal yang biasa dan membosankan ternyata berbanding terbalik dengan fakta yang sesungguhnya bahwa ketika menjalani bina akrab itu bukan hanya tentang saling mengenal satu sama lain namun juga banyak pelajaran dan ilmu yang bisa kita ambil, baik dari Ketua Jurusan juga dari para senior yang memotivasi kita agar bisa menjadi mahasiswa yang berintelektual dan berwawasan luas,” ujar Ferdi, Mahasiswa Baru Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Reporter: Badar
Editor: Annida Indah Khofiyah