Majene – Lima Sidik. Manusia tidak bisa memilih untuk terlahir sempurna. Hal ini juga dialami oleh Muhammad Irsyad, seorang mahasiswa baru di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Jurusan Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (UAD), Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Meskipun merupakan penyandang disabilitas, Irsyad memiliki semangat yang tinggi untuk mengejar pendidikan.
Mahasiswa baru yang berasal dari Desa Tubo Tengah, Kecamatan Sendana ini menunjukkan tekad yang kuat untuk melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah. Semangatnya terlihat dari partisipasinya dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di STAIN Majene.
Meskipun memiliki keterbatasan fisik yang membuatnya tidak bisa berdiri dan berjalan tanpa alat bantu, motivasi Irsyad untuk menimba ilmu tidak pernah surut. Ia ingin menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi orang lain, menunjukkan bahwa meski dalam keterbatasan fisik, seseorang tetap bisa mengejar cita-cita.
Tidak hanya itu, Irsyad juga memiliki banyak prestasi, seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, serta dalam lomba sains, matematika, dan ceramah di tingkat kabupaten. Selama sekolah, Irsyad juga menjadi langganan juara kelas.
Irsyad juga bertekad membuktikan bahwa meskipun ia tidak mampu berdiri dengan kedua kakinya, ia akan berdiri tegak melalui ilmu yang ia peroleh.
Muhammad Irsyad berharap agar ia dapat menyelesaikan studinya di STAIN Majene dengan baik dan mencapai gelar sarjana sesuai dengan harapannya.
Reporter: Sri Intan Sam
Editor: Ainung Salim
I am really enjoying the theme/design of your website. Do you ever run into any web browser compatibility problems? A number of my blog readers have complained about my blog not operating correctly in Explorer but looks great in Opera. Do you have any tips to help fix this problem?