Oleh: Alimran (Mahasiswa STAIN Majene)

Sebagai mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, saya memahami betul bahwa pendidikan bukan hanya tentang belajar di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir memberikan kesempatan yang adil bagi setiap warganya. Program Bidikmisi, yang kini dikenal sebagai KIP Kuliah, merupakan salah satu bentuk komitmen negara untuk membantu mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat oleh kondisi ekonomi. Namun, bagi saya, tujuan mulia program tersebut terasa kehilangan maknanya ketika bantuan yang seharusnya menjadi penopang utama justru tidak kunjung cair.

Saya, Alimran, mahasiswa STAIN Majene, hingga saat ini belum menerima pencairan bantuan Bidikmisi/KIP Kuliah sebagaimana mestinya. Bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam sistem administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan akademik maupun kebutuhan hidup selama menjalani perkuliahan. Ketika bantuan itu tidak diterima, dampaknya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memengaruhi keberlangsungan studi dan ketenangan saya dalam menjalani proses pendidikan.

Dalam prosesnya, saya telah melalui seluruh tahapan yang dipersyaratkan oleh program tersebut. Mulai dari proses seleksi hingga pembuatan laporan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak Bidikmisi telah saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Seluruh kewajiban administratif telah saya penuhi. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir telah disampaikan bahwa proses pencairan akan segera dilakukan. Namun, kenyataannya hingga saat ini bantuan tersebut belum juga cair, meskipun berbagai penjelasan telah diberikan sebelumnya.

Melalui tulisan ini, saya berharap pihak kampus maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang jelas dan transparan mengenai persoalan ini. Program bantuan pendidikan seharusnya menjadi jaminan bagi mahasiswa untuk belajar dengan tenang, bukan menjadi sumber ketidakpastian. Saya hanya berharap hak yang seharusnya saya terima dapat segera dipenuhi sehingga saya dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih fokus dan tanpa beban kekhawatiran yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Editor: Dewi Karlina

2 thoughts on “Hak Mahasiswa yang Tertunda: Ketika Bidikmisi Tak Kunjung Cair”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0