Majene – Lima Sidik. Di tengah-tengah sambutan Prof. Wasilah Sahabuddin, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene itu mengajukan beberapa permintaan kepada Prof. Nizar Ali selaku Sekretaris Jendral Kementerian Agama Republik Indonesia (Sekjen Kemenag RI) dengan diwarnai gelak tawa. Sabtu (25/02/2023).

Selain menyampaikan sambutan perihal acara Pembinaan ASN dan Penandatanganan Prasasti Gedung Kuliah Terpadu, Ia juga mengungkapkan beberapa informasi seputar STAIN Majene.

STAIN Mejene merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Sulawesi Barat. Adapun kompetitornya adalah Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Terbuka.

Sehingga kini STAIN Majene sedang berproses untuk mewujudkan Good University Governance. Oleh karenanya, Prof. Wasilah Sahabuddin sangat berharap kedepannya STAIN dapat bertransformasi langsung menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) tanpa perlu menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) terlebih dahulu.

“Kami sangat berharap STAIN Majene dapat bertransformasi menjadi kelembagaan, itu karena kompetitornya menjadi UIN. Semoga Sekjen Kemenag RI dapat mewujudkannya,” ujarnya dengan nada tertawa lirih.

Disamping itu, pada peringatan hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tahun kemarin, STAIN Majene mendapatkan hibah tanah dari Pemerintah Kabupaten Majene sebanyak 50 hektare atas nama Kementrian Agama.

Berdasarkan itu, mengingat semua gedung SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) yang ada di STAIN Majene ini adalah berkat tangan dingin dari Sekjen Kemenag RI maka Ketua STAIN Majene pun kembali menyampaikan harapannya sembari melirik ke arah Prof. Nizar Ali, semoga di tahun yang akan datang STAIN Majene masih bisa mendapatkan proyek-proyek selanjutnya.

“Semoga di tahun-tahun mendatang, STAIN Majene masih memperoleh proyek SBSN selanjutnya, karena kita tahu Pak, tanah di STAIN Majene ini masih luas sehingga banyak proyek-proyek yang masih bisa di bangun di kampus ini,” pinta Prof. Wasilah Sahabuddin.

Sontak semua tamu hadirin yang berada di ruangan tersebut tertawa mendengar itu.

Ketua STAIN Majene juga sedikit menyentil Wakil Bupati Majene saat itu, perihal akses jalan menuju kampus yang rusak hingga mengakibatkan mahasiswa sering terjatuh,

“Mungkin jalannya dapat diperbaiki, melihat banyak kejadian mahasiswa kami yang terjatuh ketika pulang kuliah. Semoga kedepannya bisa diprioritaskan untuk STAIN Majene”.

Selaras dengan itu, Pemerintah Kabupaten Majene yakni Wakil Bupati Majene Aris Munandar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam hal ini diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat Herdin Ismail menyampaikan hal yang sama pula.

Semoga STAIN Majene dapat segera beralih status sebagaimana yang disampaikan oleh Ketuanya, karena Ini juga merupakan salah satu harapan besar mereka. Sehingga perlu mendapat backup dan kawalan khusus agar kedepannya dapat memiliki daya saing dengan dua Universitas yang ada.

Selanjutnya, Prof. Nizar Ali menjelaskan bahwa peralihan status dari STAIN ke UIN dapat saja dilakukan selama memenuhi syarat-syarat yang tertera pada Peraturan Menteri Agama (PMA). Satu diantaranya memiliki tanah seluas 10 hektare, sedang STAIN Majene telah melebihi ekspektasi karena memperoleh hibah tanah seluas 50 hektare.

Selain itu, perlu didorong dan menjadi item yang paling utama, yakni empat Guru Besar, minimal terdapat dua akreditasi A atau Unggul, memiliki SDM yang berprestasi baik ditingkat nasional hingga dikancah Internasional.

Ia menambahkan, bahwa mulai tahun depan direncanakan tidak ada lagi namanya nomenklatur STAIN. Hal ini dianggap keliru dari segi definitifnya.

“Sekolah Tinggi itu, kajian-kajian yang dibuka prodinya hanya untuk rumpun ilmu monodisplin, sehingga ketika memberikan nama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri itu salah, melainkan penamaan yang benar yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Negeri, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah, dan sebagainya. Karena jika STAIN berarti itu multidisiplin, sehingga yang tepat seharusnya IAIN,” ungkap Prof. Nizar Ali dengan tegas.

Terakhir, Sekjen Kemenag RI berpesan bahwa ia sisa menunggu proposal peralihan status dari pihak STAIN Majene untuk diajukan. Selain itu, Prof. Nizar Ali juga tidak lupa memberikan motivasi bahwa untuk senantiasa memiliki daya dobrak yang tinggi agar dapat bersaing dengan Perguruan Tinggi lainnya, serta memanfaatkan sebaik mungkin fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.

Reporter : Andi Yusrah. AR
Editor : Annida Indah Khofiyah

61 thoughts on “Pinta Ketua STAIN Majene Kepada Sekjen Kemenag RI Diwarnai Gelak Tawa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0