Majene – Lima Sidik. Rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene yang berlangsung selama 3 hari resmi ditutup di Pelataran Gedung Terpadu Lt. I pada Selasa, (24/10).

Penutupan hari santri dihadiri oleh Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III STAIN Majene, Kanwil Kemenag Prov. Sulbar, Ketua MUI Sulbar, beberapa perwakilan Madrasah Aliyah yang ada di Majene serta beberapa perwakilan dari pondok pesantren se-Sulawesi Barat.

Kegiatan penutupan ini juga dimeriahkan dengan sosialisasi QRIS oleh Bank Indonesia Cabang Sulawesi Barat dan persembahan lagu dari UKM Seni Bunga Kodza STAIN Majene.

Ketua STAIN Majene dalam hal ini diwakili oleh Wakil Ketua I, Muliadi dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini agar para santri dapat lebih dekat dan mengenal PTKIN.

“Salah satu tujuan dari kegiatan ini agar kita semakin mendekatkan kampus PTKIN kepada santri atau pondok pesantren. Ini juga sebagai acuan kepada para santri untuk memiliki minat bergabung di STAIN Majene notabenenya kita lebih mengedepankan lulusan pondok pesantren, MA dan setingkatnya,” tuturnya.

Kegiatan ditutup secara langsung oleh Kabid Papkis Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, Dr. Syamsul. Dalam sambutannya beliau mengatakan sangat berterimakasih atas suksesnya kegiatan ini.

“Untuk seluruh civitas yang ikut memeriahkan acara ini saya terutama Pak Kanwil serta seluruh jajaran sangat berterimakasih atas suksesnya dan terselenggaranya seluruh rangkaian acara selama 3 hari dimulai dari istigasah, apel nasional, dialog santri, expo kemandirian, lomba marawis sampai pada kegiatan hari ini,” ujarnya.

Penutupan hari santri ditutup dengan penerimaan hadiah bagi para perwakilan pondok pesantren yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan acara diantaranya, juara satu lomba marawis yang berhasil diraih oleh PP. Ihyaul Ulum DDI Baruga, expo dengan booth terbaik diraih oleh PP. Al-Wasilah Lemo.

Ketua Panitia Hari Santri, Saddam Husain berharap agar STAIN Majene dapat menjadi tuan rumah kembali pada kegiatan besar lainnya.

“Dengan kolaborasi acara ini, kami berharap dari pihak STAIN Majene dapat menjadi tuan rumah yang terbaik untuk event-event atau lomba-lomba kedepannya. Kegiatan seperti ini juga akan mendekatkan pesantren-pesantren kepada PTKIN. Semoga nantinya santri-santri yang ada di Sulawesi Barat dapat melanjutkan perkuliahannya di STAIN Majene,” harapnya.

Lebih lanjut, salah satu santriwan dari pondok pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga, Muhammad Qaffa Abrhezam mengaku sangat senang dapat mengikuti rangkaian kegiatan hari santri ini.

“Alhamdulillah saya sangat senang dengan adanya event seperti ini kami bisa bertemu dan menjalin silaturahmi dengan pondok pesantren lain dari seluruh kota yang ada di Sulawesi Barat,” ungkapnya.

Ia menambahkan harapannya agar dapat ikut pada event-event selanjutnya.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti kegiatan seperti ini, saya harap kedepannya dapat ikut dan berpartisipasi kembali dalam kegiatan dan lomba keagamaan lainnya,” tutupnya.

Reporter : Tiara, Annida Indah Khofiyah
Editor : Divisi Litbang

140 thoughts on “Penutupan Hari Santri 2023 di STAIN Majene Dimeriahkan dengan Sosialisasi hingga Pemberian Penghargaan”

  1. Having read this I believed it was really informative. I appreciate
    you finding the time and effort to put this information together.
    I once again find myself personally spending way too much time
    both reading and leaving comments. But so what, it was still worth
    it!

    my website – vpn coupon ucecf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0