Foto : Proses Sidang AD/ART Ormawa STAIN Majene

Majene-Lima Sidik. Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) AD/ART Ormawa STAIN Majene yang berlangsung di Gedung Rektorat lantai dua pada Selasa, (24/05) diwarnai aksi walk out oleh beberapa peserta sidang dengan alasan metode persidangan yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur persidangan. Selain itu, tata tertib yang ditetapkan presidium sidang yang menjadi polemik juga diperdebatkan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI), Muh. Qhadafi Pratama mengatakan, pihaknya keluar dari persidangan karena tidak jelasnya metode persidangan dan merasa presidium sidang tidak menanggapi interupsi dari peserta.

“Sebagai orang hukum kami cukup kecewa mengenai sistem dan metode persidangan yang kurang jelas. Setahu kami dalam metode persidangan, yang pertama, ada steering committee terlebih dahulu yang akan membuka forum dan dari awal kami sudah menolak kalau panitia yang jadi presidium sidang. Jadi alasan kami keluar karena presidium sidang tidak menanggapi interupsi kami dan melanjutkan membaca tata tertib persidangan,”ujarnya.

“Saya berpikir dimaklumi saja karena masih baru, belum faham tentang metode persidangan. jadi sebagai orang yang faham dan tidak mungkin saya mau diamkan, ibaratnya saya tau ada orang yang membunuh seseorang lalu saya diam. Sebagai anak hukum saya tidak akan biarkan ada orang yang semena-mena mempermainkan aturan,makanya saya datang kembali bersama teman-teman untuk meluruskan apa yg menurut kami keliru,” ucap Abdi Fitrah Hidayat yang juga sempat meninggalkan proses sidang.

Namun disisi lain, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), Muh. Resky Pratama Lahida selaku presidium 1 menganggap metode yang diterapkan telah sesuai dengan prosedur karena sebelum kegiatan Mubes pihaknya sudah berkonsultasi dengan dosen yang ahli dibidang hukum.

“Saya sudah berkonsultasi ke salah satu dosen hukum, perdebatan ini terjadi karena perspektif yang berbeda dalam memahami persidangan,”tuturnya

Azhari Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) turut memberikan penjelasan, bahwa persidangan dalam perspektif individu berbeda-beda.

“Saya pribadi dengan legowo hati menerima, setidaknya kita bisa menjujung rasa sailing menghargai dan tentunya kita punya pandangan masing-masing mengenai persidangan,”tutup Azhari.

Reporter : Husni Magfirah

Editor : Muh Tasrief

61 thoughts on “Musyawarah Besar AD/ART Diwarnai Aksi Walk Out”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0