Majene – Lima Sidik. Dosen Jurusan Syariah Ekonomi dan Bisnis Islam (SEBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Muhammad Mutawalli Mukhlis, berhasil menerbitkan artikel di jurnal internasional terindeks Scopus Q1.
Artikel berjudul “Regional Government Autonomy in Indonesia: The Ambiguity of The Federalism or Republic Model” akan diterbitkan secara resmi oleh Malaysian Journal of Syariah and Law dalam edisi pertama tahun 2025, Volume 13, Nomor 1. Artikel ini dijadwalkan masuk dalam database Scopus pada April hingga Mei 2025.
Tujuan dari artikel ini ialah menggagas model asimetris dengan tetap meneguhkan konsep otonomi konkret sebagai asas yang perlu dijalankan dan diterapkan saat ini.
Mutawalli bersama tim yang terdiri atas Prof. Maskun, Prof. Muh. Saleh Tajuddin, Dewi Andriani, dan Rizal Muchtasar fokus membahas terkait sistem otonomi dan pemerintahan daerah yang masih menjadi topik hangat dan perdebatan hingga hari ini.
Menurut Mutawalli, sistem pemerintahan Indonesia masih belum final dalam menentukan model otonomi daerah yang tepat.
“Dalam ranah otonomi pemerintahan daerah, maka perdebatan yang muncul ialah perdebatan terkait seperti apa konsep dan model otonomi daerah yang cocok untuk Indonesia, apakah sistem republik atau bahkan sebenarnya selama ini kita menganut sistem federalisme. Nampaknya, selama ini Indonesia belum final dalam menentukan sistem dan model apa yang digunakan,” ujarnya saat diwawancarai via WhatsApp.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan karena masih terdapat berbagai permasalahan dalam penerapan dan pemaknaan otonomi daerah seluas-luasnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Ia menyoroti bagaimana dalam praktiknya, kewenangan daerah otonom masih dipengaruhi oleh campur tangan pemerintah pusat.
Dosen yang baru saja meraih gelar doktor di bidang hukum tersebut berharap artikelnya dapat menjadi rujukan utama dalam upaya penyempurnaan sistem pemerintahan, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum ketatanegaraan. Ia juga berharap publikasi ini dapat mendorong kajian lebih lanjut mengenai penguatan hukum dan sistem otonomi daerah sebagai pilar kemajuan negara dan masyarakat.
Reporter: Annida Indah Khofiyah
Editor: Ainung Salim
I was just searching for this info for a while. After six hours of continuous Googleing, finally I got it in your website. I wonder what is the lack of Google strategy that do not rank this type of informative websites in top of the list. Generally the top websites are full of garbage.
Thank you for some other informative blog. Where else could I am getting that type of information written in such an ideal approach? I have a undertaking that I am simply now operating on, and I’ve been at the look out for such information.