Majene – Lima Sidik. Aliansi mahasiswa STAIN Majene kembali melakukan aksi demonstrasi Jilid ll di Gedung Rektorat Lt. I STAIN Majene pada Jum’at, (20/10).
Aksi Demonstrasi kembali dilaksanakan atas dasar tidak adanya kejelasan dan jawaban atas apa yang mereka tuntut serta adanya indikasi kalimat dari pihak kampus yang menyatakan bahwa penerima KIP-K akan dicabut jika ikut dalam aksi demonstrasi sehingga Aliansi mahasiswa menentang Pembina KIP kuliah dan Ketua STAIN Majene untuk berdebat di depan mahasiswa.
Demonstrasi dilakukan pada pukul 09.00 WITA dimana awalnya sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan Gerbang STAIN Majene kemudian beralih ke Gedung Rektorat. Satu hal yang menjadi pusat perhatian kali ini, mahasiswa melakukan demonstrasi dengan membawa keranda mayat yang diberikan simbolisasi atas matinya demokrasi di STAIN Majene.
Adapun tuntutan yang diajukan pada saat aksi antara lain, yaitu transparansi akuntabilitas kampus, memperjelas kelayakan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), dan melengkapi fasilitas kampus dimana mahasiswa sudah berkeluh kesah atas ketidaknyamanan dalam belajar. Fasilitas yang dimaksud seperti WC, plafon ruangan yang sudah rusak, dan AC yang bocor.

Sejumlah Mahasiswa terus melakukan aksi dan ricuh di depan rektorat meminta para birokrasi untuk berbicara dan meminta jawaban mengenai masalah yang mereka tuntut. Mereka bersikeras tidak akan meninggalkan kampus jika belum mendapat jawaban dari pihak kampus.
Korlap demonstrasi, Rahman mengatakan hingga saat ini belum ada jawaban yang diberikan oleh pihak kampus.
“Sampai saat ini, belum ada titik temu yang diberikan oleh pihak kampus. Tidak ada landasan utama atau aturan yang melarang mahasiswa untuk ikut aksi demonstrasi terutama bagi penerima KIP kuliah sehingga kami akan terus melakukan intervensi,” tegasnya.
Reporter: Tiara
Editor: Annida Indah Khofiyah