Majene – Lima Sidik. Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene pada hari kedua berlangsung penuh antusiasme di Gedung Auditorium Terpadu STAIN Majene, Selasa (2/9/25).
Hari kedua PBAK STAIN Majene diisi dengan berbagai materi penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru sebagai bekal dalam menjalani kehidupan akademik maupun berorganisasi di kampus.
Materi pertama dibawakan oleh Tim Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) yang memberikan sosialisasi mengenai Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada tata cara penggunaan SIAKAD untuk keperluan akademik, mulai dari Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), hingga informasi perkuliahan.
Mila Jumarlis selaku Kepala Tim TIPD menjelaskan bahwa sosialisasi SIAKAD sangat penting bagi mahasiswa baru karena seluruh urusan akademik terintegrasi melalui sistem tersebut.
“Mulai dari mengisi KRS, melihat jadwal kuliah, nilai, hingga informasi kampus ada di SIAKAD. Dengan SIAKAD, semua layanan akademik bisa diakses secara online sehingga lebih praktis dan efisien,” ujarnya.
Materi kedua diisi oleh AKBP Albert H. Ully, Wakil Direktur Reserse Narkoba (Resnarkoba) Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar), yang menyampaikan materi tentang pencegahan narkoba, anti kekerasan, bahaya hoaks, dan kejahatan siber.
Selanjutnya, Wakil Ketua (Waka) III STAIN Majene turut menyampaikan materi mengenai organisasi kemahasiswaan dan pola pembinaan mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Salah satu peserta PBAK, Ayu, memberikan respons positif terkait pelaksanaan hari kedua.
“Bagi saya, PBAK hari kedua ini memberikan banyak sekali wawasan baru, terutama tentang SIAKAD yang sangat bermanfaat, serta materi hukum dari Kepolisian Sulawesi Barat. Saya juga sangat respect kepada panitia yang bertugas karena mereka benar-benar menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya.
Reporter: Ayu Lestari
Editor: Dewi Karlina