Majene–Lima Sidik. Dua alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Andi Ahmad Farhan Nafis, lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Muhammad Resky Pratama Lahida, lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), berhasil meraih Juara I dan Juara II pada Lomba Dakwah Ekonomi Syariah dalam ajang Mandarpreneur Syariah (Madrasah) Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Sabtu (27/6/26).
Mandarpreneur Syariah (Madrasah) Fair merupakan program yang diselenggarakan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Barat yang Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, kegiatan ini bertujuan mendukung percepatan digitalisasi, pertumbuhan UMKM syariah, serta penguatan literasi ekonomi syariah demi mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
Peraih Juara I, Andi Ahmad Farhan Nafis, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari doa orang tua, dukungan keluarga, para guru, dosen, serta berbagai pihak yang senantiasa memberikan motivasi.
“Pencapaian ini tidak lepas dari doa orang tua, dukungan keluarga, para guru, dosen, dan semua pihak yang selalu memberikan semangat kepada saya,” ujar Farhan.
Farhan juga mengaku bangga karena menjadi peserta termuda di antara para finalis. Baginya, pengalaman tersebut menjadi motivasi besar untuk terus belajar dan tidak berhenti berdakwah.
Sementara itu, peraih Juara II, Muhammad Resky Pratama Lahida, menyampaikan kepada Lima Sidik melalui WhatsApp bahwa motivasi terbesarnya mengikuti lomba dakwah adalah untuk mensyiarkan ajaran Islam sekaligus menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Dorongan terbesar saya mengikuti lomba ini adalah untuk mensyiarkan ajaran Islam serta menjadikannya sebagai tahapan untuk terus belajar,” ungkap Resky.
Dalam wawancara, Farhan juga menceritakan tantangan yang dihadapinya selama mengikuti kompetisi. Ia mengaku sempat merasa minder karena harus bersaing dengan para finalis senior yang lebih berpengalaman.
“Perjalanan kompetisi ini tidak mudah bagi saya. Sebagai salah satu peserta termuda, tantangan terbesar saya adalah melawan rasa minder saat bersaing dengan finalis senior yang berpengalaman. Saya juga harus berjuang menjaga fokus di panggung besar, menguatkan hafalan, merombak materi berulang kali demi hasil terbaik, serta mengelola kelelahan fisik dan emosional selama lomba,” ungkap Farhan.
Farhan dan Resky berharap prestasi yang mereka raih dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, baik pelajar maupun mahasiswa, agar berani mengambil peran dalam dunia dakwah dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
“Semoga pencapaian ini memotivasi generasi muda, baik pelajar maupun mahasiswa, khususnya mahasiswa KPI STAIN Majene, untuk tidak ragu terjun ke dunia dakwah. Mari jadikan momentum ini sebagai langkah bersama dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” harap Farhan.
Resky juga menyampaikan harapan serupa.
“Semoga ini menjadi motivasi bagi teman-teman Generasi Z, khususnya, untuk senantiasa menjadi insan yang berkarya dan bermanfaat,” harap Resky.
Reporter: Nurdianah
Editor: Dewi Karlina