Majene – Lima Sidik. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene angkatan 2023 menggelar Festival Film bertajuk “Pappasang Lalang Gambar” di Aula Gedung Terpadu Lantai 5 STAIN Majene, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Prodi KPI, Dr. Nirwan Wahyudi Ar., M.Sos.; dosen pengampu mata kuliah Dakwah Multimedia, Muhammad Aswad, S.Kom.I., M.Sos.; budayawan Ahmad Ridhai Aziz, S.Pd., M.Pd., Ahmad Akbar, S.Pd., dan Aco Zaenuddin; serta sejumlah dosen, panitia, dan peserta.

Festival film ini terdiri atas dua rangkaian kegiatan, yaitu pemutaran film dan dialog film. Dalam kesempatan tersebut, ditayangkan dua karya mahasiswa KPI angkatan 2023, yakni film “Pulang” yang disutradarai oleh Ainun Rahma Nur dan film “Kastone” yang disutradarai oleh Muh. Rifli Ressai.

Ketua panitia, Rifli, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa KPI tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu melalui praktik secara nyata.

“Kami memilih tema Pappasang Lalang Gambar karena kami ingin menunjukkan bahwa dakwah juga dapat dilakukan melalui media film,” ujar Rifli.

Ia berharap para penonton dapat memperoleh manfaat dan menangkap pesan yang disampaikan dalam kedua film tersebut. Selain itu, ia juga berharap Festival Film ini dapat menjadi agenda rutin tahunan Prodi KPI.

Dosen pengampu mata kuliah Dakwah Multimedia, Muhammad Aswad, berharap karya yang ditampilkan mampu memberikan dampak positif bagi para penonton.

“Semoga film yang ditayangkan sesuai dengan ekspektasi, dan setelah menyaksikannya, ada perubahan moral yang tumbuh dalam diri setiap penonton untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Prodi KPI, Dr. Nirwan Wahyudi Ar., M.Sos., saat membuka kegiatan memberikan apresiasi kepada dosen pengampu mata kuliah Dakwah Multimedia serta mahasiswa KPI yang terlibat di balik proses produksi film.

“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi pemenuhan tugas mata kuliah, tetapi juga menjadi semangat untuk terus berkarya. Sebab, setiap karya yang lahir harus memiliki makna dan mampu menginspirasi banyak orang. Bagaimanapun bentuknya, dakwah yang baik adalah dakwah yang membawa manfaat dan inspirasi,” ungkapnya.

Salah seorang peserta, Ikhwan, menilai bahwa film yang diputar memiliki alur cerita yang menarik, mudah dipahami, dan mampu menyampaikan pesan dengan baik kepada penonton.

“Semoga film ini sukses, mampu menginspirasi banyak orang, dan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh seluruh penonton,” harapnya.

Reporter: Ashma Salsabylha
Editor: Dewi Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0