Majene – Lima Sidik. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, semester 4, Iming, terpaksa menjual motornya seharga Rp3 juta untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ini. Keputusan tersebut diambil karena tidak ada lagi sumber dana lain yang bisa diandalkan.
Menurut Iming, kesulitan finansial bukanlah hal baru baginya. Sejak semester 2, ia sudah mengalami kendala dalam membayar biaya kuliah. Namun, saat itu, teman-teman sekelasnya turut membantu, sehingga ia masih bisa melanjutkan pendidikan.
“Saat itu, saya sempat mau berhenti kuliah karena benar-benar tidak memiliki uang untuk membayar biaya kuliah. Tapi, teman-teman saya sangat baik dan membantu saya untuk membayar biaya kuliah,” ujar Iming.
Pada semester 3, Iming kembali kesulitan membayar biaya kuliah hingga terpaksa mengajukan pinjaman ke bank. Hingga kini, ia belum mampu melunasi utang tersebut.
Karena keterbatasan ekonomi yang semakin mendesak, ia akhirnya menjual motornya untuk membayar UKT semester ini. Ia berharap pihak kampus dapat memberikan keringanan atau bantuan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial seperti dirinya.
“Saya berharap bahwa kampus dapat memahami kesulitan saya dan memberikan keringanan atau bantuan, sehingga saya dapat melanjutkan studi,” tutupnya.
Reporter: Megawati
Editor: Ainung Salim
iya kasiangg betul² ini susah teman kuu satu ini sedih biasa kalo dngr susah nya ikut sedih dengar bahkan ikut sedih pas dngr kalo dijual motornya. Saya jadi saksi sebagai teman kelas nya iming yang dimana waktu pengumuman KIP sedih sekalii bahkan langsung drop waktu tidak menerima KIP krna katanya itu harapan 1¹ nya untuk bisa lanjut kuliah hampir mau berhenti curhat sama saya karena katanya nd mampu narasa na bayar kuliah nya kalo bukan bantuan dari KIP karena posisi sakit mamanya dan anak Kos ii katanya mau dapat dimana uang kalo masih na lanjut juga kuliah nya, banyak na pikir saat itu Al hasil buat keputusan mau berhenti kuliah tapi waktu itu saya sama teman ku kasi semangatt untuk jangan menyerah jangan langsung buat keputusan bgitu di ksi yakin insya Allah ad nanti keajaiban Al hasil dsitu ini Iming semangatt kembali mau kuliah dan waktu pembayaran Uang kuliah waktu semester 2 ternyata tidak mampu bayar uang kuliah nya kasiang,, waktu itu na telpon ka curhat tidak mampu bayar uang kuliah nya tapi Alhamdulillah teman² kelas mau bantu iming bayar. tolong dong pihak kampus bantu iming mempermudah dan memberikan bantuan kepada teman kami iming