Majene-Lima Sidik. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menyelenggarakan seminar nasional dengan mengusung tema “Futurologi Tafsir Isyari Di Era Society 5.0″. Bertempat di gedung Rektorat Lantai I (05/10).

Seminar tersebut menghadirkan narasumber yang sangat kompeten dan bergelut di bidang Ilmu Tafsir, yakni Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Dengan dihadiri oleh Ketua MUI Sulawesi Barat Prof.Dr.K.H.M. Nafis Djuaeni, M.A., Wakil Ketua MUI Kalimantan Barat Prof. Dr. Wajdi Sayyadi, M.A. dan Civitas Akademika STAIN Majene.

Acara seminar dibuka langsung oleh Wakil Ketua I STAIN Majene, Dr. Muliadi, S.Ag.,M.Sos.I. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya seminar nasional pada hari ini.

“Sudah lama kita menginginkan beliau hadir ditengah-tengah kita, alhamdulillah pada hari ini Allah menghadirkan beliau bersama kita untuk berbagi ilmu dalam bentuk seminar nasional tentang “Futurologi Tafsir Isyari Di Era Society.” Kami di STAIN Majene akan menjadikan program studi Tafsir sebagai pembeda antara kami dengan Perguruan Tinggi Islam yang lain, karena kami sadar di Sulawesi Barat banyak pondok pesantren dan sesuai dengan visi dan misi kami,”

Makmur, S.Th.I.,M.Th.I.,selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan seminar kali ini untuk membahas Tafsir Isyari sebagai salah satu Maha Tafsir yang perlu diketahui, dan tentu akan berbeda jika dikaji langsung oleh pakarnya.

Prof. Dr. K.H. M. Nafis Djuaeni.,M.A., yang juga merupakan Ketua STAIN Majene periode 2016-2020 sangat mengapresiasi kegiatan seminar yang berlangsung hari ini.

“Saya sangat bergembira dengan terselenggaranya acara ini, karena seminar kali ini luar biasa dan sangat berkualitas meskipun ditempat sederhana. Narasumbernya Ahlul Qur’an dan sangat bersahaja.”

Lebih lanjut, Beliau menyampaikan harapan kepada mahasiswa STAIN Majene.

“Saya juga mengharapkan kepada mahasiswa agar betul-betul menjalankan pesan-pesan yang disampaikan Narasumber, jangan hanya menuntut ilmu tetapi harus dibarengi dengan khuluq (akhlak). Pada saat ingin belajar terlebih dahulu harus di awali dengan do’a agar mudah dipahami apa yang dipelajari,” harapnya.

“Kegiatan seminar nasional yang diadakan oleh kampus ini merupakan kegiatan positif bagi kami mahasiswa, apalagi narasumber yang didatangkan sungguh luar biasa dan membuat saya lebih membuka wawasan tentang eksistensi Al-qur’an dan membuat saya lebih bisa mengkaji Al-qur’an lebih dalam lagi,” ucap salah satu mahasiswa STAIN Majene Muhammad Zulhaq Afdal.

Reporter : Divisi Reportase
Editor : Divisi Litbang

64 thoughts on “Seminar Nasional STAIN Majene Hadirkan Imam Besar Masjid Istiqlal Sebagai Narasumber”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0