Majene – Lima Sidik. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menjadi tuan rumah Seminar 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dengan tema “Bedah Tokoh Fatimah Az-Zahra sebagai Inspirasi Gerakan Anti Kekerasan terhadap Perempuan”. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Aula Perpustakaan Lantai 3, Selasa (25/11/25).
Seminar ini diadakan oleh AKHUN Sulawesi Barat, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah dan Keguruan STAIN Majene, LKBH Abdi Keadilan STAIN Majene, KOHATI Cabang Majene, KOPRI STAIN Majene, KAMMI Komisariat STAIN Majene, FPN Majene, dan LIMA Sidik STAIN Majene.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua STAIN Majene, Prof. Dr. Hj. Wasilah, S.T., M.T.; Wakil Ketua III, Dr. Abdul Rahman, M.Pd., M.H., Ph.D.; serta menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Andi Arifah, S.E. (Dewan Pendidikan Provinsi dan Penggiat Sekolah Fatimah), Jayanti, S.K.M., M.Kes. (MAFINDO), dan Nur Akifah Janur, A.Md., B.Ing., S.H., M.H. (Dosen Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam sekaligus Direktur LKBH Abdi Keadilan STAIN Majene).
Seminar dibuka oleh Ketua STAIN Majene, Prof. Dr. Hj. Wasilah, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat menarik dan inspiratif serta dapat menambah wawasan dalam upaya melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Wakil Ketua III, Dr. Abdul Rahman, M.Pd., M.H., Ph.D., turut menyampaikan bahwa seminar ini memberikan pengetahuan yang sangat dibutuhkan untuk mendorong perubahan dan diharapkan dapat terus berlanjut serta memberi dampak positif bagi masyarakat.
Pada sesi materi, Andi Arifah, S.E., memaparkan kisah keteladanan Fatimah Az-Zahra. Ia menegaskan bahwa dengan meneladani nilai-nilai yang diajarkan Fatimah Az-Zahra, gerakan anti kekerasan terhadap perempuan dapat dibangun menjadi lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Andi Arifah juga berharap agar nilai-nilai keteladanan Fatimah Az-Zahra terus diamalkan.
“Seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangkitkan semangat untuk meneladani nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Fatimah Az-Zahra.”
Reporter: Mauridha Aliska (Magang)
Editor: Dewi Karlina