Majene – Lima Sidik. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Siber Kreasi bersama dengan Pusat Studi Kecakapan Digital (PSKD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, STAIN Majene dan Siber Kreasi melaksanakan webinar “Pemuda Makin Cakap Digital” secara daring melalui zoom meeting pada Minggu (25/09).

Event literasi digital ini diikuti langsung oleh Ketua STAIN Majene, Prof. Dr. Hj. Washilah Sahabuddin, ST. MT, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Anwar Sadat, M.Ag, Direktorat Jendral Aplikasi dan Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo Samuel A. Pangerapan, B.Sc., dan Prof. Alimatul Qitbiah, Ph.D yang merupakan Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap (Komnas) Perempuan, serta pemateri dari Pusat Studi Kecerdasan Digital (PSKD) UIN Sunan Kalijaga yakni Anggi Jatmiko, M.A, Dr. Mustafa, M.Si, Muhammad Rashif Hilmi, S.Si., M.Sc, serta Arya Fendha Ibnu Shina, M.Si.

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari para keynote speakers yakni dari Ketua STAIN Majene dan Ditjen Aptika Kominfo.

Adapun dalam sesi pembuka kegiatan ini, Prof. Dr. Hj. Washilah Sahabuddin, ST. MT mengharapkan generasi saat ini cerdas dalam menghadapi era digital.

“Generasi saat ini dikenal sebagai generasi digital. Semoga dengan kecakapan literasi digital dan pemanfaatan teknologi yang bijak di era digitalisasi ini dapat mengurangi disinformasi dan juga misinformasi yang kadang kita temui di era teknologi yang semakin mutakhir seperti sekarang ini,” ungkap Ketua STAIN Majene dalam sambutannya.

Sementara itu Ditjen Aptika Kominfo menjelaskan pentingnya kepiawaian dalam dunia digital untuk membantu akselerasi digitalisasi.

“Semoga kedepannya masyarakat Indonesia lebih cerdas lagi dalam memanfaatkan perangkat digital dalam perlajuan digitalisasi ini dalam rangka membangun bangsa dan negara menuju Indonesia yang digital,” jelasnya.

Selanjutnya dalam kegiatan ini dirangkaikan pula dengan acara talkshow bersama Wakil Ketua III STAIN Majene dan Komisioner Komnas Perempuan.

Dalam talkshow kali ini sedikit membahas hal terkait dengan moderasi beragama dan Prof. Alimatul Qitbiah, Ph.D mengutarakan,

“Orang Islam meyakini bahwa agama Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, ummatan wasathan, dan khairu ummah. Jika kita kemudian tidak bermoderasi dalam beragama maka kita tidak mencerminkan nilai-nilai Islam tersebut. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mewujudkan nilai-nilai itu melalui bermoderasi dalam beragama”. imbuhnya.

Tidak hanya itu, Dr. H. Anwar Sadat, M.Ag juga memberikan pandangannya terkait figur pribadi yang moderat.

“Moderasi bukan berarti kita bungkam menyampaikan kebernaran. Kebenaran jangan dipertentangkan dengan moderasi. Pribadi yang moderat itu inklusif dan berpikir realistis tanpa mengabaikan nilai-nilai teologis dan memberikan dampak tanpa menganggap dirinya yang paling benar, menyampaikan pesan kebenaran dengan ramah dan penuh rahmat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga membahas aspek-aspek penting dalam kecakapan digital seperti digital skill, digital culture, digital ethics, dan juga digital safety.

Terakhir, dalam sesi pemberian materi digital safety, Arya Fendha Ibnu Shina berpesan agar menjaga data pribadi.

“Kita harus selalu berhati-hati dan tetap menjaga data pribadi yang bersifat rahasia agar tidak terjebak dari hal-hal yang kita semua tidak inginkan seperti penipuan, phising, scamming, skimming, peretasan, dan segala bentuk kejahatan siber lainnya”. Tutup Arya.

Reporter : Muh Tasrief
Editor : Divisi Litbang

63 thoughts on “Semakin Cakap Digital, STAIN Majene Adakan Webinar Bersama Kemkominfo dan PSKD UIN Sunan Kalijaga”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0