Majene – Lima Sidik. Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene bersama Tular Nalar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengadakan Sekolah Kebangsaan yang dirangkaikan dengan Penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) antara Tular Nalar Mafindo dengan program magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI) di Auditorium Terpadu pada Sabtu, (20/07/2024).

Kegiatan ini bertujuan agar dapat terjalin kerjasama pada kegiatan-kegiatan yang dikembangkan oleh Mafindo, khususnya materi maupun kegiatan literasi digital dan cek fakta. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat khususnya pemilih pemula dapat lebih bijak dalam menerima informasi khususnya di era digital dimana hoaks mudah tersebar. Sasaran peserta adalah pemilih pemula yang baru berusia 17 tahun.

Sekolah Kebangsaan yang sudah dua kali dilaksanakan ini turut menghadirkan pengurus Mafindo wilayah Sulbar, Alam Saubil, S.P., Sekretaris program magister PAI, Wahyuddin, M.Ed., Sekretaris program magister HKI, Ardiansyah, M.Hum., Koordinator Fasilitator Sekolah Kebangsaan Mafindo, Siti Khumairah Fiqrillah, M.Pd., serta 100 mahasiswa STAIN Majene dan siswa dari SMAN 1 Majene, SMAN 2 Majene, SMKN 1 Majene sebagai peserta.

Sekolah Kebangsaan kali ini cukup menarik karena peserta dibagi menjadi 10 kelompok untuk diberikan materi tentang Demokrasi, Pemilu, Sanksi Pemilu dan Penginderaan Hoaks Pemilu. Selain itu, ada sesi kuis berhadiah yang membuat peserta semakin antusias.

Pengurus Mafindo wilayah Sulbar, Alam Saubil, S.P., berharap agar kegiatan ini tidak berhenti sampai disini saja.

“Saya harap kegiatan ini dapat terus diaktualisasikan agar tidak berhenti sampai disini saja apalagi fasilitatornya juga berasal dari STAIN Majene sehingga bisa lebih mudah menggali dan mengembangkan pembelajaran,” harapnya.

Koordinator Fasilitator Sekolah Kebangsaan, Siti Khumairah Fiqrillah, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini mendapatkan respon positif dari peserta tiap kali dilaksanakan.

“Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari peserta yang dapat dilihat dari antusiasme saat mengikuti materi dan kemampuan menjelaskan kembali materi,” jelasnya dalam wawancara via WhatsApp.

Khumairah berharap dengan adanya kegiatan ini pemilih pemula dapat dengan bijak dan kritis mengolah informasi seputar pemilu mengenai kepemiluan yang valid dan terpercaya dan mampu berpikir secara kritis agar tidak mudah terintervensi dalam memilih serta bijak dalam menggunakan hak pilihnya dari modus money politik.

Reporter: Annida Indah Khofiyah
Editor: Ainung Salim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0