Majene – Lima Sidik. Pemilihan ulang Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah dan Keguruan berlangsung di Gedung Perpustakaan Lantai 3 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene pada Kamis, (3/7/25).

Calon pada pemilihan ini berjumlah dua orang, yakni calon nomor urut 1 bernama Muhammad Alwi dan calon nomor urut 2 bernama Nur Hafizah Ardaniah.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Wakil Ketua III STAIN Majene dan dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib pemilihan oleh panitia. Keadaan sempat riuh karena calon nomor urut 1 merasa tidak adil dengan teknis pemilihan yang telah ditetapkan oleh panitia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Muhtar dan Muhammad Saddang selaku pembina Lembaga Pelaksana Pemilu (LPP), Yassir Safri (Ketua SEMA), dan Aco Bakrie (Ketua DEMA). Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh ketua tingkat dan sekretaris dari Jurusan Tarbiyah dan Keguruan.

Proses perhitungan suara yang awalnya dijadwalkan pada pukul 13.00 WITA mengalami kendala akibat tidak hadirnya calon ketua maupun saksi dari calon nomor urut 1 saat perhitungan suara dimulai.

Keadaan kembali memanas ketika pihak dari calon nomor urut 1 tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dengan nada tinggi dan mempertanyakan mengapa perhitungan suara sudah dimulai tanpa kehadiran kandidat atau saksi dari pihaknya.

Muh. Firzam, selaku saksi dari calon nomor urut 1, menyampaikan, “Seharusnya tidak terjadi penghitungan suara tanpa kehadiran kandidat.”

Setelah kondisi kembali kondusif, perhitungan suara dilanjutkan hingga akhir kegiatan. Hasilnya, calon nomor urut 2, Nur Hafizah Ardaniah, memperoleh suara terbanyak dan dinyatakan sebagai Ketua HMJ terpilih.

Kegiatan ini menimbulkan berbagai tanggapan dari sejumlah pihak.

Rahman menyampaikan, “Hal yang harus digarisbawahi adalah bahwa hampir tidak ada pemilihan yang tanpa riuh. Itu biasa, karena itu dinamika. Apa yang disampaikan oleh pihak yang protes tadi harus dijadikan masukan jika memang bersifat positif. Namun, jangan sampai hal yang tidak memengaruhi hasil diperdebatkan secara berlebihan.”

Haerul, selaku ketua panitia, mengungkapkan, “Tanpa adanya dinamika, tidak akan ada pertumbuhan. Memang harus ada dinamika. Jadi, kita harus keluar dari zona nyaman untuk kemudian berkembang. Karena begitulah organisasi, pasti ada pro dan kontra.”

Salah satu mahasiswa STAIN Majene, Tasyim Al Ayyubi Yusuf, menyatakan, “Saya tidak setuju dengan penghitungan suara yang sangat membatasi jumlah orang yang bisa masuk. Padahal saat pembukaan acara, Pak Waka III menyampaikan bahwa ini adalah bentuk demokrasi di kampus. Namun, kami merasa dibatasi karena hanya kandidat dan saksi yang diizinkan masuk ke ruangan,” ujarnya.

Putri Maharani Parham juga menyampaikan pendapatnya, “Saya kira pemilihan hari ini akan berjalan dengan baik, apalagi ini adalah pemilihan ulang karena sebelumnya ada kecerobohan dari panitia LPP. Saya pikir panitia sudah berusaha lebih baik dalam mengadakan pemilihan ulang ini dan sudah membacakan tata tertib dengan jelas. Mungkin karena ini merupakan pemilihan pertama yang dilakukan secara serentak (HMJ dan HMPS), jadi wajar jika masih ada hal-hal yang belum berjalan dengan sempurna,” tutupnya.

Reporter: Nurrezky Ramadhany Arsyad, Nurul Aizah
Editor: Dewi Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0