Majene – Lima Sidik. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene kembali toreh prestasi membanggakan pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) 2024, di Makassar, Jumat (07/06/2024).

Dalam ajang ini, Rahmat M,
mahasiswa Program Studi (Prodi) Tadris Bahasa Inggris (TBI) angkatan 2021 berhasil meraih juara II pada malam penganugerahan pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sulselbar 2024. Ia mengungkapkan rasa syukur dan senangnya dibalik tahap seleksi yang menurutnya kompleks.

“Tentunya bersyukur dan bahagia karena dari awal targetku hanya masuk 24 besar tapi Alhamdulillah masuk 8 besar dan akhirnya jadi terbaik II,” tutur Rahmat.

Rahmat melanjutkan bahwa persiapan pendaftaran Duta Bahasa membutuhkan waktu 2 pekan dengan proses seleksi yang harus diikuti tiap pekannya. Hal ini menurutnya adalah suatu tantangan yang tidak mudah karena dibalik itu semua juga perlu membagi waktu sebagai mahasiswa dan kegiatan-kegiatan lain. Namun, ia juga menyebutkan banyak momen-momen menarik yang dialaminya selama proses karantina.

“Tapi di samping itu semua hal menarik pun juga banyak. Kita dari awal sudah diperkenalkan dengan badan bahasa dan balai bahasa tentang tugas dan fungsi yang nantinya akan menjadi rumah kedua kita,” jelasnya.

“Selain itu, kita juga diperkenalkan dengan isu-isu kebahasaan yang membutuhkan uluran tangan generasi muda serta dari awal diwajibkan membuat krida atau semacam program kerja tentang kebahasaan dan diimplementasikan dalam proses seleksi. Pokoknya semua berkesan karena kebermanfaatannya buat aku sendiri sangat besar,” tambahnya.

Menurut Rahmat, bahasa sangat penting sebagai salah satu fondasi kehidupan yang membentuk peradaban itu sendiri. Bahasa indonesia yang kian hari mengalami banyak pergeseran karena trend dan bahasa gaul terlebih dengan keterancaman punahnya bahasa daerah yang semua itu adalah identitas nasional dan aset budaya negara Indonesia yang harus di utamakan dan dilestarikan.

“Saya berharap untuk calon duta kedepannya agar bisa lebih banyak dari Sulbar karena tahun ini saja yang daftar hanya ada 3 dari 24 duta bahasa,” tutupnya.

Reporter: Anafika
Editor: Ainung Salim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0