Majene – Lima Sidik. Dr. Muhammad Mutawalli Mukhlis, M.H., dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan diwisuda pada Jumat (11/4/2025).
Mutawalli dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pertama Program Doktor Fakultas Hukum dengan predikat cum laude. Ia menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu singkat, yakni 2,5 tahun. Istimewanya, gelar doktor tersebut diraih Mutawalli pada usia yang masih terbilang muda, yaitu 29 tahun.
Selama menempuh studi doktoral, dosen SEBI STAIN Majene yang akrab disapa Mutawalli ini telah berhasil menerbitkan 22 artikel yang terindeks Scopus.
Perjalanan Mutawalli sebagai mahasiswa berprestasi bermula dari tugas mata kuliah Perbandingan Sistem Hukum yang diampu oleh Prof. Dr. Maskun, S.H., LLM. Dalam mata kuliah tersebut, mahasiswa diwajibkan menerbitkan satu artikel dengan isu perbandingan hukum di berbagai bidang sebagai syarat kelulusan. Dari tugas tersebut, lahirlah ID Scopus dan artikel pertamanya yang berhasil terbit di jurnal Scopus Quartile 2.
“Berawal dari peristiwa tersebut, saya dapat memenuhi syarat untuk menjadi lulusan terbaik dengan predikat cum laude sebab mampu menerbitkan 3 artikel pada jurnal terindeks Scopus Q2 (Volksgeist, Law Reform) dan Q3 (Jambe Law Journal) dari hasil recahan penelitian disertasi yang dibuat menjadi 2 naskah artikel dan 1 naskah dari tugas mata kuliah,” ujar Mutawalli saat diwawancarai melalui WhatsApp.
Mutawalli mengungkapkan bahwa Prof. Maskun memiliki peran besar dalam pencapaian tersebut.
“Uniknya adalah, Prof. Maskun sebagai dosen dan juga merupakan Wakil Dekan I Bidang Kemahasiswaan dengan tangan terbuka justru membersamai saya dan sangat banyak membantu dalam proses penerbitan artikel. Sampai hari ini, alhamdulillah, dalam 2 tahun saya telah menerbitkan 22 artikel terindeks Scopus, dengan keterlibatan bersama Prof. Maskun telah menerbitkan setidaknya 14 dokumen Scopus secara bersama,” tambahnya.
Kolaborasi antara Mutawalli dan Prof. Maskun pun masih terus berlanjut. Saat ini, Mutawalli dipercaya sebagai salah satu tim dari unsur alumni untuk bergabung dalam tim penelitian LPPM Unhas di bawah pimpinan Prof. Maskun. Penelitian tersebut telah lolos pendanaan dari LP2M Unhas.
Di akhir wawancara, Mutawalli menyampaikan pesan semangat kepada para pejuang gelar akademik. Ia menyelipkan candaan ringan bahwa perjuangan yang penuh drama, kejutan, dan plot twist kadang perlu diimbangi dengan menghilang sebentar ke pegunungan dan tidur siang. Namun, menurutnya, pejuang gelar harus tetap bangkit dan melanjutkan perjuangan.
“Jadi, tarik napas, ngopi dulu kalau perlu, terus lanjut lagi. Pelan-pelan, asal selesai. Kita semua akan sampai di garis akhir, dan saat itu tiba, semua perjuangan ini akan terasa luar biasa berharga.
Tetap waras, tetap lucu, tetap semangat. Doktor bukan mimpi, itu tujuan, dan Anda sedang di jalur yang benar!” pungkasnya.
Reporter: Annida Indah Khofiyah
Editor: Ainung Salim