Majene – Lima Sidik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat (Sulbar) berkolaborasi dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, serta LPM Cendekia STAIN Majene melaksanakan Hearing Dialog Tahap III dengan mengusung tema “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Keindonesiaan, Keislaman, dan Kecendekiaan”. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Terpadu STAIN Majene pada Senin (15/07/2024).

Hearing Dialog merupakan kegiatan rutinan yang diadakan DPRD Sulbar. Pada kesempatan kali ini, Suraidah Suhardi, Ketua DPRD Sulbar sekaligus Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Sulbar, menjadi pemateri dengan menjelaskan perspektif keindonesiaan.

Dalam paparannya, Suraidah Suhardi menyoroti tantangan moderasi beragama yang masih dihadapi, termasuk paham-paham seperti animisme yang masih ada di Sulawesi Barat.

Turut serta dalam dialog ini, Nursalim Ismail, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sulbar, membahas perspektif kecendekiaan, sementara Anwar Sadat, Wakil Ketua III STAIN Majene bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, memaparkan perspektif keagamaan.

Ketua STAIN Majene, Wasilah, menyampaikan harapannya terkait dukungan yang diharapkan dari DPRD Sulbar untuk STAIN Majene.

“Kami mengharapkan DPRD Sulbar bisa terus memperhatikan STAIN Majene dan memberikan bantuannya berupa apa saja untuk STAIN Majene,” harapnya.

Reporter: Nurrezky Ramadhany Arsyad
Editor: Ainung Salim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0