Majene – Lima Sidik. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menjadi tuan rumah Seminar Nasional Gema Peduli Palestina dengan tema “Update Kondisi Terkini Perjuangan Kemerdekaan Palestina”, di Gedung Perpustakaan Lt. 3 STAIN Majene, Selasa, (21/05/2024).

Seminar ini diadakan oleh Aliansi Mahasiswa Gema Peduli Palestina, diantaranya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI) STAIN Majene, HMJ Ushuluddin Adab dan Dakwah (UAD) STAIN Majene, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR), HMJ Hubungan Internasional (HI) UNSULBAR, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene, Aliansi Keluarga Besar Khatamun Nabiyyin (AKHUN) wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Kohati Cabang Majene, Himpunan Pemuda Mahasiswa (HIPMA) Alu, Gerakan Peduli Kemanusiaan (GPK), Manifesto Bookshop, Safinatunnah Jah, Teras Epistemik, Front Aksi Mahasiswa Perjuangan (Fampera), Remaja Masjid Ansharullah Petoosang, dan Komunitas Naung Jati (INJ).

Acara dibuka oleh Ketua Jurusan SEBI, Dr. Abdul Rahman Kanang, M.Pd., Ph.D. dan menghadirkan pemateri yang merupakan Pakar Geopolitik Timur Tengah, Direkrur ICMES, sekaligus Dosen HI Universitas Padjadjaran yakni Dr. Dina Yulianti Sulaeman, M.Si.

Dr. Dina Yulianti Sulaeman, M.Si. dalam penyampaian materi menegaskan gerakan memperkuat wacana memboikot Israel melalui ekonomi dan memperkuat pembelaan untuk Palestina melalui media sosial.

Diakhir acara, dilakukan pemutaran trailer film Farhah, yakni film tentang sejarah peristiwa Nakba dan awal mula penyerangan Israel terhadap rakyat Palestina yang didalamnya terdapat isu pendidikan perempuan, serta menggambarkan bagaimana rasanya menjadi perempuan di Palestina.

Terakhir, salah satu peserta seminar, Winda Fajriani, menyampaikan kesan dan pesannya saat diwawancarai Lima Sidik via WhatsApp.

“Saya menjadi tahu awal terjadinya penjajahan dan juga update dari kondisi Palestina sendiri. Saya harap seminar seperti ini terus dilanjutkan agar masyarakat yang masih memiliki keraguan dalam hatinya terkait berita Palestina dapat terbantahkan sekaligus memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait peristiwa sebenarnya yang terjadi di Palestina,” tutupnya.

Reporter: Ainung Salim
Editor: Annida Indah Khofiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0