Majene – Lima Sidik. Dr. Muhammad Mutawalli Mukhlis, S.H., M.H., dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah turut menjadi bagian dari Tim Peneliti WasteMLaw Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas).

Tim ini meraih apresiasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) berkat capaian luaran penelitian yang melampaui target.

Dalam wawancara, Mutawalli mengisahkan awal keterlibatannya hingga resmi menjadi anggota penelitian utama yang mewakili STAIN Majene. Ia mengaku bergabung setelah diundang langsung oleh Prof. Maskun selaku Ketua Tim WasteMLaw.

“Awalnya diminta dan diundang oleh Prof. Maskun sebagai peneliti yang mewakili unsur mahasiswa dan alumni. Seiring berjalannya waktu, saya pun resmi menjadi anggota peneliti utama yang tentu dalam hal ini mewakili alumni dan institusi STAIN Majene,” ujarnya.

Ia menjelaskan, target luaran penelitian berupa diseminasi riset yang dilakukan bersama. Luaran tersebut diwujudkan dalam laporan penyelesaian riset sekaligus publikasi ilmiah bereputasi internasional.

“Sejauh ini, Tim WasteMLaw telah berhasil mempublikasikan setidaknya dua buku, prosiding internasional, dan lima jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus , baik itu Quartile (Q1) maupun Quartile (Q2) ,” ungkapnya.

Terkait strategi yang membuat tim mampu melampaui target, Mutawalli menegaskan bahwa tidak ada strategi khusus selain konsistensi dan pembagian tugas yang jelas.

“Tantangan yang sering hadir ialah ketika terjadi perubahan fakta di lapangan yang mengubah skema riset. Sementara di sisi lain, hasil riset dan laporan perkembangan capaian harus disampaikan secara berkala sesuai jadwal. Manajemen waktu dan pemilihan jurnal bereputasi internasional juga sangat menentukan agar capaian bisa tercapai tepat waktu,” tambahnya.

Sebagai pesan kepada para peneliti muda, Mutawalli menekankan pentingnya konsistensi dan kerja tim.

“Manajemen waktu pengerjaan artikel dan laporan adalah soal konsistensi dan prioritas. Dalam menjalankan tugas sebagai peneliti, kerja sama dan penerimaan riset sangat mendukung keutuhan tim dan hasil riset yang ingin dicapai,” tutupnya.

Reporter: Ayu Lestari
Editor: Dewi Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0