Majene – Lima Sidik. Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan Duta Anti Narkoba (DAN) Kabupaten Majene menjalin kerja sama dengan beberapa program studi (Prodi) di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene dalam rangka Tri Darma Perguruan Tinggi dan literasi digital di Aula Gedung Terpadu Lantai 5 STAIN Majene pada Kamis (26/6/2025).

Program studi yang menjalin kerja sama dengan Mafindo yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh masing-masing Kepala program studi.

Tujuan dari kerja sama ini adalah sebagai bentuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu tiga kewajiban yang diemban oleh perguruan tinggi di Indonesia, antara lain pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Tindak lanjut yang sudah pernah dilaksanakan oleh Mafindo yakni program Tular Nalar yang kini berganti menjadi Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN yang diprakarsai oleh Google.org dan ASEAN Foundation.

Ketua DAN Kab. Majene sekaligus Fasilitator Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN, Siti Khumaira Fiqrillah, S.Pd., M.Pd., berharap dengan terlaksananya kegiatan ini, penggunaan AI dapat dioptimalkan untuk menunjang perangkat dan bahan ajar.

“Sesuai temanya yaitu Improving Campus Smart 5.0, mengoptimalkan penggunaan AI, khususnya dengan berbagai platform yang tersedia, sangat berpeluang besar untuk dimanfaatkan dalam menunjang perangkat dan bahan ajar,” ujarnya.

Khumaira menyebutkan bahwa AI dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa, dosen, dan civitas academica.

“Salah satu yang diperkenalkan tadi yaitu Code.org, yang menyediakan pembelajaran pemrograman secara terstruktur dan mudah diakses, sehingga dapat meningkatkan literasi digital di kalangan mahasiswa, dosen, dan civitas academica. Ini sejalan dengan prinsip Campus Smart 5.0 yang menekankan integrasi teknologi dalam pembelajaran, atau yang biasa dikenal sebagai TPACK guna mencetak SDM yang adaptif dan berdaya saing di era Revolusi Industri 5.0,” tutupnya.

Reporter: Nurrezky Ramadhany Arsyad
Editor: Dewi Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0