Majene – Lima Sidik. Aliansi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene kembali menggelar aksi besar-besaran menuntut transparansi dana dan realisasi fasilitas kampus yang dijanjikan. Mereka juga memprotes lambatnya distribusi sertifikat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), dan buku saku bagi angkatan 2022 di Gedung Rektorat pada Senin (30/09/2024).

Aksi dimulai sekitar pukul 08.00, di mana mahasiswa awalnya berkumpul dan melakukan demonstrasi di depan gerbang utama kampus. Setelah itu, mereka bergerak menuju Gedung Rektorat. Demonstrasi ini terus berlanjut dengan semakin banyak mahasiswa bergabung, dan suasana semakin memanas ketika tuntutan mereka tidak segera direspons.

Mahasiswa menyatakan kekecewaan terhadap pengelolaan dana kampus yang dianggap tidak transparan. Dalam orasinya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Aco Bakri, menyebutkan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, kampus wajib membuka penggunaan anggaran.

“Di kampus ini tidak ada transparansi mengenai anggaran. Kami menuntut keterbukaan agar mahasiswa mengetahui bagaimana dana tersebut digunakan,” tegas Aco.

Selain masalah anggaran, mahasiswa juga menyoroti ketidaksesuaian dalam distribusi KTM, sertifikat PBAK, dan buku saku. Mereka bahkan diminta untuk mencetak sendiri KTM melalui Sistem Informasi Akademik (Siakad). Hal ini memicu protes keras dari mahasiswa, yang menilai kebijakan tersebut tidak tepat.

“Kami mempertanyakan mengapa pembagian ini tidak jelas? Apakah tidak ada anggaran untuk mencetak KTM? Mengapa kami harus mencetak sendiri sementara kartu perpustakaan sudah dicetak oleh kampus,” ungkap salah satu peserta aksi.

Baca juga: Birokrasi STAIN Majene Janjikan Perbaikan Bertahap Terkait Tuntutan Mahasiswa

Aliansi mahasiswa juga mendesak kampus untuk segera merealisasikan janji peningkatan fasilitas, seperti perpustakaan dan fasilitas pendukung lainnya. Meskipun sudah ada janji dari pihak kampus, mahasiswa merasa belum ada perbaikan nyata hingga saat ini.

Koordinator Lapangan (Korlap) Demonstrasi, Muhammad Rizqy Aidhil, turut menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap mahasiswa yang tidak berani menyuarakan aspirasi terkait hak-hak mahasiswa dalam mendapatkan pelayanan yang maksimal.

“Sangat disayangkan, banyak mahasiswa yang hanya duduk diam dan melihat aksi tanpa ikut bergabung, padahal aksi ini kami lakukan demi kepentingan bersama sebagai mahasiswa aktif di STAIN Majene,” ungkap Rizqy.

Mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga pihak kampus memberikan penjelasan dan tindakan nyata terkait tuntutan mereka.

Reporter: Anafika Sariatul Umi, Selvi

Editor: Ainung Salim

1 thought on “Aliansi Mahasiswa STAIN Majene Tuntut Transparansi dan Realisasi Janji Kampus”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0