Majene – Lima Sidik. Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN Majene) menuntut hak atribut KKN mereka dipenuhi oleh pihak penyelenggara. Akhirnya, pengadaan atribut tersebut mendapat kejelasan melalui konfirmasi Nurul Islam, M.Si. selaku Ketua Panitia KKN tahun 2023.

“Terkait atribut KKN, insya Allah ada,” jelasnya via WhatsApp, Minggu (15/01/23).

Pengadaan atribut yang telah mendapat lampu hijau tersebut diduga sebagai efek kicauan mahasiswa yang viral di media sosial. Namun, dugaan tersebut dibantah Kepala Pusat Peneilitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Dr. Ahmad Muaffaq N, S.Ag., M.Pd. melalui pesan WhatsApp, Minggu (15/01/23). Ia menegaskan bahwa pengadaan atribut bukan karena desakan melainkan telah direncanakan sebelumnya.

“Pengadaan atribut bukan karena adanya kicauan mahasiswa. Kami sudah rencanakan pengadaan atribut jauh sebelum pembekalan, tetapi memang menjadi opsi kedua setelah dana transportasi terpenuhi. Untuk itu, panitia berencana bagikan atribut di posko masing-masing,” katanya.

Kepala P3M menjelaskan bahwa sebelumnya terjadi pembatalan dari pihak yang sedianya membantu transportasi KKN.

“Awalnya ada mitra yang menjanjikan kami bantuan transportasi. Namun, tiba-tiba batal. Kami sangat hati-hati karena pengadaan atribut lengkap (topi dan rompi) butuh anggaran yang tidak sedikit, sehingga kemarin panitia fokus pada dana transportasi dulu. Perlu dicatat bahwa memang ada miskomunikasi antara kami dan pimpinan. Hingga saat pelepasan, pihak P3M masih menunggu konfirmasi dari pimpinan terkait tambahan anggaran akibat pembatalan bantuan mitra tersebut. Setelah pelepasan, baru dikonfirmasi bahwa pengadaan atribut diakomodir”, lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa distribusi anggaran menjadi permasalahan bukan karena tidak adanya anggaran.

“Pengadaan atribut butuh waktu, sementara KKN harus segera dilaksanakan agar tidak bertepatan Ramadan. Diusahakan sebelum Ramadhan KKN harus selesai. Jadi, atribut akan dibagikan di tengah pelaksannan KKN, bukan karena anggaran tidak memadai tetapi hanya persoalan distribusi anggaran,” tambah Ahmad.

Terakhir, Ia berharap peserta KKN agar fokus pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan saya, agar mahasiswa tetap fokus ber-KKN. Pihak kampus sama sekali tidak bermaksud untuk tidak memberikan hak mereka. Kami sedang berupaya semaksimal mungkin untuk tetap memberikan yang terbaik,” tutupnya.

Reporter : Muh. Tasrief

Editor : Divisi Litbang

161 thoughts on “Kepala P3M: Atribut Akan Dibagikan di Tengah Pelaksanaan KKN”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0