<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemenag Majene</title>
	<atom:link href="https://www.limasidik.com/tag/kemenag-majene/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2026 01:56:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.limasidik.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-Icon-Limasidik-32x32.png</url>
	<title>Kemenag Majene</title>
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Perbedaan, Merawat Persaudaraan: Kemenag Majene Tanamkan Semangat Saling Menghargai</title>
		<link>https://www.limasidik.com/mengenal-perbedaan-merawat-persaudaraan-kemenag-majene-tanamkan-semangat-saling-menghargai/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/mengenal-perbedaan-merawat-persaudaraan-kemenag-majene-tanamkan-semangat-saling-menghargai/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 22:18:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog]]></category>
		<category><![CDATA[BKPI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Majene]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[moderasi beragama]]></category>
		<category><![CDATA[STAIN Majene]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=4281</guid>

					<description><![CDATA[Majene &#8211; Limasidik. Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam STAIN Majene mengikuti ruang]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Majene &#8211; Limasidik. </strong>Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam STAIN Majene mengikuti ruang belajar dialog lintas agama yang difasilitasi oleh penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Majene, Altrasius Batuguna, di Aula Stasi Santo Paulus Majene, Minggu (11/10/26).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini turut melibatkan Pastor Jimmy Sattu, Pr., Pastor Paroki St. Yosep Polewali; Dr. Budi Sulistyo, M.Pd., Ketua Stasi St. Paulus Majene; mahasiswa Katolik; serta mahasiswa STAIN Majene.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memahami perbedaan secara langsung menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan nilai toleransi. Melalui dialog lintas agama, mahasiswa tidak sekadar mempelajari keberagaman secara teoritis, tetapi juga mengenal tradisi, sejarah, hingga pengalaman hidup umat beragama lain secara lebih dekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Islam dan Budaya Lokal. Dalam forum tersebut, mahasiswa mendalami sejarah serta dinamika kehidupan umat Katolik di Kabupaten Majene, sekaligus mendiskusikan moderasi beragama dan harmonisasi hubungan sosial antara umat Katolik dan Islam yang selama ini terjalin aman dan damai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Altrasius menegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama. Sebaliknya, pemahaman yang tepat tentang perbedaan keyakinan menjadi landasan untuk membangun sikap saling menghormati tanpa mengurangi komitmen terhadap ajaran masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Moderasi beragama bukanlah bentuk sinkretisme yang mencampuradukkan ajaran atau nilai antaragama. Secara jujur dan tulus, kita harus mengakui bahwa akidah/dogma setiap agama berbeda serta tidak untuk diperdebatkan. Justru melalui pemahaman atas perbedaan tersebut, kita dapat saling menghargai dan menerima satu sama lain demi menjaga keharmonisan bersama,” jelas Altrasius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dosen pengampu mata kuliah Islam dan Budaya Lokal, Zuhriah, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa untuk belajar langsung di Stasi Santo Paulus Majene.<br>&#8220;Pengalaman ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa, sehingga mereka mampu memahami nilai toleransi secara nyata melalui perjumpaan, dialog, dan rasa saling menghargai antarpemeluk agama,&#8221; harapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Kementerian Agama Kabupaten Majene, dialog ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat moderasi beragama melalui pendekatan pengalaman langsung. Selain memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal keberagaman secara nyata, forum ini juga memperkokoh kerukunan antarkomunitas agama lewat interaksi yang terbuka dan saling menghormati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan dialog lintas agama yang melibatkan mahasiswa Islam dan Katolik. Dengan memperluas ruang perjumpaan dan kerja sama, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya merawat kerukunan serta menjaga kehidupan masyarakat Majene yang damai dan harmonis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Penulis : Humas Kemenag Majene<br>Editor : Ashma Salsabila</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/mengenal-perbedaan-merawat-persaudaraan-kemenag-majene-tanamkan-semangat-saling-menghargai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/40 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: www.limasidik.com @ 2026-10-14 23:38:11 by W3 Total Cache
-->