<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hukum</title>
	<atom:link href="https://www.limasidik.com/tag/hukum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jun 2025 00:52:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://www.limasidik.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-Icon-Limasidik-32x32.png</url>
	<title>Hukum</title>
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dosen SEBI STAIN Majene Berhasil Terbitkan Artikel di Jurnal Justicia Islamica Terindeks Scopus Q1</title>
		<link>https://www.limasidik.com/dosen-sebi-stain-majene-berhasil-terbitkan-artikel-di-jurnal-justicia-islamica-terindeks-scopus-q1/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/dosen-sebi-stain-majene-berhasil-terbitkan-artikel-di-jurnal-justicia-islamica-terindeks-scopus-q1/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 00:52:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[Scopus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3735</guid>

					<description><![CDATA[Majene – Lima Sidik. Dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI), Sekolah Tinggi Agama]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Majene – Lima Sidik. </strong>Dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, kembali menorehkan prestasi akademik. Mereka berhasil menerbitkan artikel ilmiah berjudul “<em>Appointment of Regional Heads without Direct Electronic</em>” dalam jurnal Justicia Islamica terindeks Scopus Prospek Quartile 1, pada Selasa (24/06/2025).</p>



<p>Penelitian ini berlangsung selama tujuh bulan, dengan rincian dua bulan untuk proses penulisan, serta lima bulan untuk tahapan pengajuan, peninjauan, dan revisi artikel.</p>



<p>Artikel tersebut ditulis oleh lima penulis, empat di antaranya merupakan guru besar dari berbagai perguruan tinggi. Dua dosen dari STAIN Majene yang terlibat adalah Dr. Muhammad Mutawalli Mukhlis, selaku penulis pertama, dan Prof. KH. Muhammad Mawardi Djalaluddin. Adapun penulis lainnya adalah Prof. Maskun dari Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Saleh Tajuddin dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, dan Zulhilmi Paidi dari Universitas Utara Malaysia.</p>



<p>Artikel ini membahas persoalan pengangkatan kepala daerah di Indonesia yang dinilai tidak demokratis dan cenderung otoriter. Selama ini, kepala daerah kerap ditunjuk melalui mekanisme politik tertentu, padahal seharusnya mereka dipilih berdasarkan musyawarah, sesuai dengan nilai-nilai demokrasi dan prinsip-prinsip Islam.</p>



<p>Dalam wawancara bersama Lima Sidik, Dr. Muhammad Mutawalli menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama dalam sistem pengangkatan kepala daerah di Indonesia adalah ketidaksesuaian antara nilai-nilai demokrasi dan prinsip-prinsip Islam dalam proses seleksi pejabat publik.</p>



<p>“Harapan ke depan, tulisan ini dapat memberikan sumbangan gagasan dalam menyelesaikan problematika ketatanegaraan, khususnya terkait pengangkatan kepala daerah. Semoga gagasan tersebut bisa diwujudkan secara konkret,” ujarnya.</p>



<p>Ia juga menambahkan bahwa sering kali sebuah ide dianggap rumit atau mustahil untuk diterapkan. Namun menurutnya, tugas seorang peneliti adalah menawarkan solusi yang solutif dan mudah diterima oleh masyarakat.</p>



<p>“Tentu, terkadang sebuah gagasan dinilai rumit dan hampir mustahil untuk diwujudkan. Namun dalam usaha mencapai sesuatu yang ideal, tantangan pasti selalu ada. Tugas peneliti adalah menyajikan gagasan yang solutif, konkret, dan dapat diterima oleh masyarakat serta akomodatif bagi seluruh pihak yang terkait,” tutupnya.</p>



<p><strong>Reporter: Nurrezky Ramadhany Arsyad</strong></p>



<p><strong>Editor: Dewi Karlina</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/dosen-sebi-stain-majene-berhasil-terbitkan-artikel-di-jurnal-justicia-islamica-terindeks-scopus-q1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren! Mutawalli Mukhlis Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor Fakultas Hukum Unhas dengan Masa Studi Singkat</title>
		<link>https://www.limasidik.com/keren-mutawalli-mukhlis-jadi-wisudawan-terbaik-program-doktor-fakultas-hukum-unhas-dengan-masa-studi-singkat/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/keren-mutawalli-mukhlis-jadi-wisudawan-terbaik-program-doktor-fakultas-hukum-unhas-dengan-masa-studi-singkat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2025 02:45:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[SEBI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3644</guid>

					<description><![CDATA[Majene – Lima Sidik. Dr. Muhammad Mutawalli Mukhlis, M.H., dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Majene – Lima Sidik. </strong>Dr. Muhammad Mutawalli Mukhlis, M.H., dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan diwisuda pada Jumat (11/4/2025).</p>



<p>Mutawalli dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pertama Program Doktor Fakultas Hukum dengan predikat cum laude. Ia menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu singkat, yakni 2,5 tahun. Istimewanya, gelar doktor tersebut diraih Mutawalli pada usia yang masih terbilang muda, yaitu 29 tahun.</p>



<p>Selama menempuh studi doktoral, dosen SEBI STAIN Majene yang akrab disapa Mutawalli ini telah berhasil menerbitkan 22 artikel yang terindeks Scopus.</p>



<p>Perjalanan Mutawalli sebagai mahasiswa berprestasi bermula dari tugas mata kuliah Perbandingan Sistem Hukum yang diampu oleh Prof. Dr. Maskun, S.H., LLM. Dalam mata kuliah tersebut, mahasiswa diwajibkan menerbitkan satu artikel dengan isu perbandingan hukum di berbagai bidang sebagai syarat kelulusan. Dari tugas tersebut, lahirlah ID Scopus dan artikel pertamanya yang berhasil terbit di jurnal Scopus Quartile 2.</p>



<p>“Berawal dari peristiwa tersebut, saya dapat memenuhi syarat untuk menjadi lulusan terbaik dengan predikat cum laude sebab mampu menerbitkan 3 artikel pada jurnal terindeks Scopus Q2 (Volksgeist, Law Reform) dan Q3 (Jambe Law Journal) dari hasil recahan penelitian disertasi yang dibuat menjadi 2 naskah artikel dan 1 naskah dari tugas mata kuliah,” ujar Mutawalli saat diwawancarai melalui WhatsApp.</p>



<p>Mutawalli mengungkapkan bahwa Prof. Maskun memiliki peran besar dalam pencapaian tersebut.</p>



<p>“Uniknya adalah, Prof. Maskun sebagai dosen dan juga merupakan Wakil Dekan I Bidang Kemahasiswaan dengan tangan terbuka justru membersamai saya dan sangat banyak membantu dalam proses penerbitan artikel. Sampai hari ini, alhamdulillah, dalam 2 tahun saya telah menerbitkan 22 artikel terindeks Scopus, dengan keterlibatan bersama Prof. Maskun telah menerbitkan setidaknya 14 dokumen Scopus secara bersama,” tambahnya.</p>



<p>Kolaborasi antara Mutawalli dan Prof. Maskun pun masih terus berlanjut. Saat ini, Mutawalli dipercaya sebagai salah satu tim dari unsur alumni untuk bergabung dalam tim penelitian LPPM Unhas di bawah pimpinan Prof. Maskun. Penelitian tersebut telah lolos pendanaan dari LP2M Unhas.</p>



<p>Di akhir wawancara, Mutawalli menyampaikan pesan semangat kepada para pejuang gelar akademik. Ia menyelipkan candaan ringan bahwa perjuangan yang penuh drama, kejutan, dan plot twist kadang perlu diimbangi dengan menghilang sebentar ke pegunungan dan tidur siang. Namun, menurutnya, pejuang gelar harus tetap bangkit dan melanjutkan perjuangan.</p>



<p>“Jadi, tarik napas, ngopi dulu kalau perlu, terus lanjut lagi. Pelan-pelan, asal selesai. Kita semua akan sampai di garis akhir, dan saat itu tiba, semua perjuangan ini akan terasa luar biasa berharga.<br>Tetap waras, tetap lucu, tetap semangat. Doktor bukan mimpi, itu tujuan, dan Anda sedang di jalur yang benar!” pungkasnya.</p>



<p><strong>Reporter: Annida Indah Khofiyah<br>Editor: Ainung Salim</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/keren-mutawalli-mukhlis-jadi-wisudawan-terbaik-program-doktor-fakultas-hukum-unhas-dengan-masa-studi-singkat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mutawalli Raih Gelar Doktor, Dosen STAIN Majene Ini Ungkap Kunci Sukses</title>
		<link>https://www.limasidik.com/mutawalli-raih-gelar-doktor-dosen-stain-majene-ini-ungkap-kunci-sukses/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/mutawalli-raih-gelar-doktor-dosen-stain-majene-ini-ungkap-kunci-sukses/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 14:29:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Doktor]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3561</guid>

					<description><![CDATA[Majene – Lima Sidik. Muhammad Mutawalli Mukhlis, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene,]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Majene – Lima Sidik.</strong> Muhammad Mutawalli Mukhlis, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, resmi meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin Makassar pada Jumat (31/01/2025).</p>



<p>Ia menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 4 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99 dan predikat sangat memuaskan. Ia tengah mengajukan perubahan predikat menjadi <em>cumlaude</em> karena telah memenuhi syarat publikasi dua artikel di jurnal bereputasi Scopus.</p>



<p>Disertasinya berjudul &#8220;Pengaturan Rekrutmen Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Berbasis Kaderisasi Melalui Partai Politik&#8221;. Ujiannya dihadiri tujuh penguji, yakni Prof. Dr. Achmad Ruslan, Prof. Dr. Yunus Wahid, Prof. Dr. Hamzah Halim, Prof. Dr. Aminuddin Ilmar, Prof. Dr. Syamsul Bachri, Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta, serta Prof. Dr. Suparto Wijoyo dari Universitas Airlangga (UNAIR).</p>



<p>Selama menempuh studi doktoral, Mutawalli menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara kewajibannya sebagai dosen di STAIN Majene dan tuntutan akademik di Universitas Hasanuddin.</p>



<p>&#8220;Saya harus mengorbankan salah satu dari dua tanggung jawab yang dijalankan. Namun, dalam perjalanan studi doktoral, saya lebih banyak mengurangi rutinitas di STAIN Majene. Bukan berarti mengesampingkan kampus yang saya cintai, tetapi saya percaya bahwa program doktor harus dijalani dengan fokus penuh,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk menjaga produktivitas, ia lebih memilih bekerja di tempat ramai daripada mencari suasana sunyi. Baginya, keseimbangan emosional dan kondisi mental sangat berpengaruh terhadap efektivitas belajar.</p>



<p>&#8220;Ketika merasa lelah, sebaiknya berhenti sejenak. Jangan memaksakan diri, karena itu bisa memengaruhi <em>mood</em> dan semangat kita dalam menyelesaikan penelitian,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dukungan dari STAIN Majene turut berperan besar dalam kelancaran studinya, terutama dalam hal izin akademik dan pembimbingan.</p>



<p>Sebagai pesan bagi mahasiswa dan kolega yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, Mutawalli menekankan pentingnya persiapan yang matang dan manajemen waktu yang baik.</p>



<p>&#8220;Persiapkan <em>road map</em> penelitian sejak dini agar saat pengajuan judul, kita sudah memiliki dasar yang kuat. Kemampuan menulis, membaca, serta menginventarisasi jurnal-jurnal yang relevan juga sangat krusial dalam menyelesaikan studi doktoral,&#8221; pesannya.</p>



<p>Ia juga menegaskan pentingnya keteguhan dan komitmen dalam menjalani proses akademik.</p>



<p>&#8220;Jangan mau menjadi donatur dalam waktu lama,&#8221; tutupnya dengan candaan.</p>



<p><strong>Reporter: Ainung Salim<br>Editor: Annida Indah Khofiyah</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/mutawalli-raih-gelar-doktor-dosen-stain-majene-ini-ungkap-kunci-sukses/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HMJ SEBI Lahirkan Pemimpin Bernalar Kritis Melalui LDKM</title>
		<link>https://www.limasidik.com/hmj-sebi-lahirkan-pemimpin-bernalar-kritis-melalui-ldkm/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/hmj-sebi-lahirkan-pemimpin-bernalar-kritis-melalui-ldkm/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 01:43:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[LDKM]]></category>
		<category><![CDATA[SEBI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3472</guid>

					<description><![CDATA[Majene &#8211; Lima Sidik. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI) mengadakan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Majene &#8211; Lima Sidik.</strong> Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI) mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) dengan tema &#8220;Optimalisasi Kualitas Kader dalam Membangun Nalar Kritis di Era Digitalisasi&#8221; di Gedung Alif Lt. 3 pada Kamis (14/11/2024).</p>



<p>Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa semester 1 dan 3 dari HMJ SEBI sebagai peserta, dan berlangsung selama tiga hari dengan tujuh materi yang disajikan.Tujuan diadakannya LDKM ini adalah untuk melahirkan generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepengurusan, khususnya di HMJ SEBI.</p>



<p>Ketua panitia, Arsyad, mengungkapkan bahwa tema LDKM kali ini diangkat agar para peserta mampu meningkatkan kualitas mereka dalam membangun nalar kritis setelah melewati kegiatan ini.</p>



<p>Sekretaris Jurusan, A. Jusran Kasim, S.HI., M.H., dalam sambutannya berharap agar setelah mengikuti LDKM, para peserta bisa menjadi mahasiswa yang berintegritas, berkualitas, dan mampu berpikir kritis.</p>



<p>“Saya berharap setelah LDKM ini, peserta menjadi lebih berintegritas, menghormati dosen, dan memiliki nalar yang kritis,” ujarnya.</p>



<p>Ketua HMJ, Muh. Rizky Aidhil Adham, juga berharap agar LDKM ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang bernalar kritis.</p>



<p>“Harapan saya sangat besar bahwa LDKM ini dapat melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang bernalar kritis di era digitalisasi,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Reporter: Reza Risaldi</strong></p>



<p><strong>Editor: Ainung Salim</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/hmj-sebi-lahirkan-pemimpin-bernalar-kritis-melalui-ldkm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Debat Mahasiswa SEBI STAIN Majene Raih Juara I pada Kompetisi Antar Kampus Se-Sulawesi Barat</title>
		<link>https://www.limasidik.com/tim-debat-mahasiswa-sebi-stain-majene-raih-juara-i-pada-kompetisi-antar-kampus-se-sulawesi-barat/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/tim-debat-mahasiswa-sebi-stain-majene-raih-juara-i-pada-kompetisi-antar-kampus-se-sulawesi-barat/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Oct 2024 14:48:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Debat]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[SEBI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3443</guid>

					<description><![CDATA[Majene &#8211; Lima Sidik. Tim debat mahasiswa dari Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Majene &#8211; Lima Sidik.</strong> Tim debat mahasiswa dari Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI) Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene berhasil meraih juara I dalam kompetisi debat antar kampus yang diselenggarakan di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Gedung Teater, pada Senin (28/10/2024).</p>



<p>Kegiatan ini berlangsung sejak 25 hingga 28 Oktober 2024. Prodi HKI mengirim satu tim yang terdiri atas tiga anggota, yaitu Rizqi An&#8217;Nisa, Devi Febrianti, dan Nursyam.</p>



<p>Pembina tim, Nur Akifah Janur, mengungkapkan rasa bangga dan senangnya atas prestasi timnya yang berhasil menjadi juara I dalam kompetisi tersebut.</p>



<p>&#8220;Proses pembinaan dimulai dari forum Mahasiswa Konstitusi (Formasi), di mana tim debat ini termasuk sebagai tim kader Formasi. Namun, secara khusus, kami memberikan pembinaan intensif kepada tim ini sebelum dan selama kompetisi berlangsung,&#8221; jelas Nur Akifah. </p>



<p>Ia juga berharap adanya regenerasi dalam kompetisi debat. </p>



<p>&#8220;Semoga dengan pencapaian juara I ini, tim kami bisa menjadikannya sebagai batu loncatan untuk maju ke tingkat yang lebih tinggi,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Salah satu anggota tim debat SEBI, Rizqi An&#8217;Nisah, mengakui bahwa persiapan mereka kurang matang karena lomba ini terkesan mendadak. Namun, ia direkomendasikan oleh dosen untuk berpartisipasi, mengingat prestasi tim mereka sebelumnya sebagai juara I pada kompetisi internal STAIN Majene tanggal 15 Oktober lalu.</p>



<p>&#8220;Garda terdepan kami adalah pembina kami, Ibu Nur Akifah. Mungkin kalau bukan karena dorongan beliau, kami tidak akan mengikuti lomba ini. Begitu juga dengan kerja sama luar biasa dari rekan tim, Justicia Devi Febrianti dan Nursyam,&#8221; ungkapnya. </p>



<p>Rizqi berharap agar angkatan selanjutnya tidak ragu untuk mencoba. </p>



<p>&#8220;Menang atau kalah adalah urusan belakangan, tapi pengalaman ini sangat luar biasa,&#8221; tambahnya. </p>



<p>Ia juga menuturkan kesannya selama kompetisi, &#8220;Tentunya sangat bangga dengan tim kami karena ini di luar ekspektasi kami.&#8221;</p>



<p><strong>Reporter: Dewi Karlina</strong></p>



<p><strong>Ediotor: Ainung Salim</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/tim-debat-mahasiswa-sebi-stain-majene-raih-juara-i-pada-kompetisi-antar-kampus-se-sulawesi-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musyawarah Besar AD/ART Diwarnai Aksi Walk Out</title>
		<link>https://www.limasidik.com/musyawarah-besar-ad-art-diwarnai-aksi-walkout/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/musyawarah-besar-ad-art-diwarnai-aksi-walkout/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 May 2022 09:18:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Mubes]]></category>
		<category><![CDATA[Musyawarah]]></category>
		<category><![CDATA[Persidangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.limasidik.com/?p=334</guid>

					<description><![CDATA[Majene-Lima Sidik. Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) AD/ART Ormawa STAIN Majene yang berlangsung di Gedung Rektorat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Majene-Lima Sidik</strong>. Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) AD/ART Ormawa STAIN Majene yang berlangsung di Gedung Rektorat lantai dua pada Selasa, (24/05) diwarnai aksi <em>walk out</em> oleh beberapa peserta sidang dengan alasan metode persidangan yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur persidangan. Selain itu, tata tertib yang ditetapkan presidium sidang yang menjadi polemik juga diperdebatkan. </p>



<p>Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam (SEBI), Muh. Qhadafi Pratama mengatakan, pihaknya keluar dari persidangan karena tidak jelasnya metode persidangan dan merasa presidium sidang tidak menanggapi interupsi dari peserta.</p>



<p>&#8220;Sebagai orang hukum kami cukup kecewa mengenai sistem dan metode persidangan yang kurang jelas. Setahu kami dalam metode persidangan, yang pertama, ada <em>steering committee</em> terlebih dahulu yang akan membuka forum dan dari awal kami sudah menolak kalau panitia yang jadi presidium sidang. Jadi alasan kami keluar karena presidium sidang tidak menanggapi interupsi kami dan melanjutkan membaca tata tertib persidangan,&#8221;ujarnya.</p>



<p>&#8220;Saya berpikir dimaklumi saja karena masih baru, belum faham tentang metode persidangan. jadi sebagai orang yang faham dan tidak mungkin saya mau diamkan, ibaratnya saya tau ada orang yang membunuh seseorang lalu saya diam. Sebagai anak hukum saya tidak akan biarkan ada orang yang semena-mena mempermainkan aturan,makanya saya datang kembali bersama teman-teman untuk meluruskan apa yg menurut kami keliru,&#8221; ucap Abdi Fitrah Hidayat yang juga sempat meninggalkan proses sidang.</p>



<p>Namun disisi lain, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA), Muh. Resky Pratama Lahida selaku presidium 1 menganggap metode yang diterapkan telah sesuai dengan prosedur karena sebelum kegiatan Mubes pihaknya sudah berkonsultasi dengan dosen yang ahli dibidang hukum.</p>



<p>&#8220;Saya sudah berkonsultasi ke salah satu dosen hukum, perdebatan ini terjadi karena perspektif yang berbeda dalam memahami persidangan,&#8221;tuturnya</p>



<p>Azhari Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) turut memberikan penjelasan, bahwa persidangan dalam perspektif individu berbeda-beda.</p>



<p>&#8220;Saya pribadi dengan <em>legowo</em> hati menerima, setidaknya kita bisa menjujung rasa sailing menghargai dan tentunya kita punya pandangan masing-masing mengenai persidangan,&#8221;tutup Azhari.</p>



<p><strong>Reporter : Husni Magfirah</strong></p>



<p><strong>Editor : Muh Tasrief</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/musyawarah-besar-ad-art-diwarnai-aksi-walkout/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>61</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/124 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: www.limasidik.com @ 2025-09-08 13:15:33 by W3 Total Cache
-->