<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gerakan</title>
	<atom:link href="https://www.limasidik.com/tag/gerakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jun 2025 03:22:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://www.limasidik.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-Icon-Limasidik-32x32.png</url>
	<title>Gerakan</title>
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masyarakat Majene Suarakan Kemanusiaan Lewat Pawai Bela Palestina di Tahun Baru Islam</title>
		<link>https://www.limasidik.com/masyarakat-majene-suarakan-kemanusiaan-lewat-pawai-bela-palestina-di-tahun-baru-islam/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/masyarakat-majene-suarakan-kemanusiaan-lewat-pawai-bela-palestina-di-tahun-baru-islam/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 03:21:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Majene]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3754</guid>

					<description><![CDATA[Majene – Lima Sidik. Pawai dan Festival Tahun Baru Islam 1447 Hijriah dengan tema &#8220;Free]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Majene – Lima Sidik. </strong>Pawai dan Festival Tahun Baru Islam 1447 Hijriah dengan tema &#8220;Free Palestine&#8221; yang diselenggarakan oleh Free Palestine Network (FPN), diikuti oleh berbagai komunitas dan masyarakat yang memenuhi jalan-jalan di Kota Majene, Sulawesi Barat, pada Sabtu pagi (28/6/2025).</p>



<p>Kegiatan ini dihadiri oleh siswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), mahasiswa dari berbagai kampus, remaja masjid, majelis taklim, organisasi masyarakat (ormas), perwakilan dari 15 kelurahan di dua kecamatan, serta masyarakat umum lainnya.</p>



<p>Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani Basharoe, M.Pd., di Stadion Prasamya Majene dan berakhir di Gedung Assamaleuwang, Taman Kota Majene.</p>



<p>Pawai Muharam Bela Palestina ini turut dimeriahkan dengan pentas seni (teatrikal, puisi, dan seni suara), lomba mewarnai tingkat TK dan SD, serta partisipasi 24 pelaku UMKM lokal Majene dalam bazar yang digelar di pelataran gedung.</p>



<p>Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi masyarakat dari semua usia untuk bersilaturahmi, berkarya, berdakwah, dan berwirausaha secara halal. Selain itu, untuk menggugah kepedulian atas penderitaan rakyat Palestina, serta menyosialisasikan Workshop FPN Angkatan ke-7 agar gerakan bantuan terhadap Palestina dapat berjalan terpimpin, terorganisir, dan berlipat ganda.</p>



<p>Dr. Usri, M.Pd., dosen STAIN Majene yang juga penggerak FPN, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari teori gerakan perubahan yang dipelajari dalam workshop.</p>



<p> “Kami diajarkan untuk memahami isu Palestina secara ilmiah dan bergerak secara terpimpin serta terorganisir,” ujar Uci, sapaan akrabnya.</p>



<p>Sementara itu, peserta pawai bernama Darmi mengatakan bahwa kegiatan ini menunjukkan kuatnya persatuan dan antusiasme masyarakat terhadap isu Palestina. </p>



<p>“Dari anak-anak hingga dewasa, semua kompak menyuarakan dukungan,” ungkapnya.</p>



<p>Adapun harapan Ketua Panitia, Andi Arifah, saat diwawancarai oleh reporter Lima Sidik, “Semoga kegiatan-kegiatan positif seperti ini terus berkesinambungan. Adapun berbagai evaluasi, kekurangan, dan keterbatasan teknis yang terjadi hari ini semoga dapat menjadi pembelajaran untuk perbaikan pelaksanaan selanjutnya,” tutupnya.</p>



<p><strong>Reporter: Dewi Karlina<br>Editor: Nurrezky Ramadhany Arsyad</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/masyarakat-majene-suarakan-kemanusiaan-lewat-pawai-bela-palestina-di-tahun-baru-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Furqan AMC Ajak Mahasiswa Sulbar Perkuat Gerakan Sosial dan Solidaritas untuk Palestina</title>
		<link>https://www.limasidik.com/furqan-amc-ajak-mahasiswa-sulbar-perkuat-gerakan-sosial-dan-solidaritas-untuk-palestina/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/furqan-amc-ajak-mahasiswa-sulbar-perkuat-gerakan-sosial-dan-solidaritas-untuk-palestina/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 05:22:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Polman]]></category>
		<category><![CDATA[Solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[Sulbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3723</guid>

					<description><![CDATA[Majene – Lima Sidik. Free Palestine Network (FPN) Kelompok Kerja (Pokja) Majene dan Polman bekerja]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Majene – Lima Sidik. </strong>Free Palestine Network (FPN) Kelompok Kerja (Pokja) Majene dan Polman bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menghadirkan narasumber Furqan AMC, CEO Kabar Kampus dan Trainer Profesional dalam pelatihan bertajuk Gerakan Sosial Mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Terpadu Lantai 5 STAIN Majene pada Sabtu (28/5/2025).</p>



<p>Dalam wawancara bersama reporter Lima Sidik, Furqan AMC membagikan kisah keterlibatannya dalam gerakan sosial yang telah dimulai sejak masa Reformasi, khususnya dalam menjatuhkan rezim Orde Baru. Ia menyebut telah lama berkecimpung dalam berbagai bentuk advokasi, mulai dari isu penggusuran, lingkungan, penanggulangan bencana, hingga pendidikan.</p>



<p>“Saya datang jauh-jauh dari Bandung ke STAIN Majene ingin bersilaturahmi dengan aktivis-aktivis muda di Majene dan Polewali Mandar,” ujarnya.</p>



<p>Kegiatan ini melibatkan 55 organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Barat. Furqan menjelaskan bahwa keterlibatan puluhan organisasi tersebut bertujuan untuk menyemai semangat persatuan perjuangan dan memperkuat peran pemuda dalam menunaikan tugas sejarah mereka, yakni mempelopori kebangkitan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Selain itu, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk membangun solidaritas mahasiswa dan pemuda terhadap perjuangan rakyat Palestina.</p>



<p>“Palestina adalah satu-satunya bangsa yang hadir pada Konferensi Asia Afrika 1955 yang hingga kini belum merdeka. Karena itu, mendukung kemerdekaan Palestina adalah utang sejarah yang harus kita tunaikan, sekaligus amanat konstitusi untuk menghapuskan penjajahan di muka bumi,” jelasnya.</p>



<p>Furqan juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam isu-isu kemanusiaan global, khususnya dalam merespons agresi Israel terhadap Palestina. Ia mengajak mahasiswa Indonesia untuk tidak tinggal diam dan turut ambil bagian dalam arus solidaritas internasional.</p>



<p>&#8220;Anak-anak muda dan mahasiswa Indonesia harus menyambut gelombang solidaritas semesta yang telah dimulai oleh mahasiswa di berbagai negara dunia. Apalagi saat ini Israel tengah melakukan genosida dan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina. Kebiadaban ini harus segera dihentikan. Tantangan terbesar dalam menggerakkan masyarakat adalah membangun kesadaran kritis dan partisipatif,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Furqan menilai bahwa potensi gerakan sosial di Indonesia sangat besar, terutama dengan dukungan teknologi saat ini. Namun, ia mengakui bahwa proses konsolidasi belum berjalan secara efektif karena belum adanya metodologi perjuangan dan perencanaan strategis yang matang. Ia juga menambahkan bahwa meskipun teknologi dan media sosial telah membuka akses informasi yang luas, hal tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi gerakan sosial.</p>



<p>Menutup penyampaian materinya, Furqan memberikan pesan mendalam bagi para mahasiswa yang ingin aktif dalam gerakan sosial.</p>



<p>“Belajar berenang itu di dalam air, belajar pergerakan itu di dalam proses pergerakan itu sendiri. Ceburkan diri dalam gerakan sosial yang terpimpin, terorganisir, dan berlipat ganda,” ujarnya.</p>



<p>Di akhir sesi, Furqan turut menyampaikan harapan kepada para peserta pelatihan agar terus bergerak dan tidak berhenti pada forum diskusi semata.</p>



<p>“Setelah kegiatan ini selesai, segera bertindak, segera konsolidasi. Latih kemampuan merajut gerakan. Bangun persatuan perjuangan. Jangan menyerah kalau gagal. Inspirasi terbaik adalah tindakan, mulai dari diri sendiri.”</p>



<p><strong>Reporter: Dewi Karlina<br>Editor: Ainung Salim</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/furqan-amc-ajak-mahasiswa-sulbar-perkuat-gerakan-sosial-dan-solidaritas-untuk-palestina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gerakan Sosial Mahasiswa: Antara Konsepsi dan Aksi dalam Isu Palestina</title>
		<link>https://www.limasidik.com/gerakan-sosial-mahasiswa-antara-konsepsi-dan-aksi-dalam-isu-palestina/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/gerakan-sosial-mahasiswa-antara-konsepsi-dan-aksi-dalam-isu-palestina/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 23:41:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Aspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3718</guid>

					<description><![CDATA[Husain Alfulmasi &#8211; Lima Sidik. Gerakan mahasiswa telah lama menjadi lokomotif perubahan sosial dan politik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Husain Alfulmasi &#8211; Lima Sidik.</strong> Gerakan mahasiswa telah lama menjadi lokomotif perubahan sosial dan politik di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, sejarah mencatat bahwa mahasiswa adalah aktor penting dalam berbagai perubahan rezim dan dinamika demokrasi. Namun, pertanyaannya kini: apakah gerakan sosial mahasiswa masih konsisten antara konsepsi ideal yang mereka usung dan aksi nyata yang mereka lakukan—terutama dalam isu global seperti Palestina?</p>



<p><br>Mahasiswa umumnya dipahami sebagai kelompok intelektual muda yang belum terlalu terikat oleh kepentingan kekuasaan atau ekonomi. Oleh karena itu, mereka dianggap memiliki posisi moral yang tinggi dalam memperjuangkan keadilan. Dalam konteks isu Palestina, ultimo Mei 2025 Free Palestine Network (FPN) kordinator Majene bekerjasama Dema STAIN Majene menggelar pelatihan mahasiswa agar lebih sering kali menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina atas dasar nilai-nilai universal: anti-penjajahan, hak asasi manusia, dan solidaritas global.</p>



<p><br>Konsepsi ini tampak jelas dalam berbagai diskusi, seminar, hingga pernyataan sikap dari organisasi kemahasiswaan. Mereka mengutip hukum internasional, resolusi PBB, dan prinsip kemanusiaan untuk mendasari dukungan mereka. Bahkan, di banyak kampus, isu Palestina menjadi bagian dari kurikulum tidak resmi yang diajarkan melalui forum-forum kajian.</p>



<p><br>Namun, jika kita menilik lebih dalam, antara konsepsi dan aksi dalam gerakan mahasiswa terkait isu Palestina masih menyisakan jarak yang cukup lebar. Banyak aksi yang bersifat simbolik—seperti poster, orasi, unggahan media sosial, atau penggalangan dana sesaat—namun belum cukup menyentuh aspek perubahan kebijakan atau solidaritas jangka panjang. Salah satu tantangan utama adalah inkonsistensi. Aksi solidaritas terhadap Palestina sering kali muncul hanya saat konflik memuncak dan menjadi viral di media. Setelah itu, isu ini tenggelam kembali, digantikan oleh wacana-wacana lain yang lebih aktual. Selain itu, sebagian mahasiswa juga terjebak dalam romantisme perjuangan tanpa strategi advokasi yang matang. Hal ini mengakibatkan gerakan mahasiswa lebih bersifat reaktif daripada proaktif.</p>



<p><br><strong>Membumikan Aksi: Dari Simpati ke Empati</strong><br>Sudah saatnya gerakan mahasiswa membumikan solidaritas mereka menjadi bentuk aksi nyata yang berkelanjutan. Misalnya, menjalin kerja sama dengan LSM internasional yang fokus pada bantuan kemanusiaan di Palestina, mengadakan kampanye literasi global tentang sejarah konflik Palestina-Israel, atau mendorong kampus agar menerapkan kebijakan investasi etis yang tidak mendukung perusahaan yang terlibat dalam pendudukan wilayah Palestina.</p>



<p><br>Lebih dari itu, mahasiswa juga bisa menekan pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap yang lebih progresif di forum internasional. Aksi-aksi seperti ini membutuhkan perencanaan, data yang kuat, dan kemampuan diplomasi—sebuah tantangan yang patut dijawab oleh generasi muda intelektual.</p>



<p><br><strong>Menjaga Nyala, Menjaga Relevansi</strong><br>Gerakan sosial mahasiswa adalah barometer kepedulian moral bangsa. Dalam isu Palestina, gerakan ini tidak boleh berhenti pada seruan moral dan simbolisme belaka. Konsepsi ideal harus disertai dengan langkah konkret, strategis, dan berkelanjutan. Solidaritas sejati tidak hanya terasa saat dunia menyorot Gaza, tapi juga saat senyap menyelimuti perjuangan rakyat Palestina. Menjaga nyala itu adalah menjaga konsistensi antara ide dan tindakan—itulah tantangan utama gerakan sosial mahasiswa hari ini.</p>



<p><strong>Penulis: Husain Alfulmasi (Dosen STAIN Majene)</strong><br><strong>Editor: Ainung Salim</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/gerakan-sosial-mahasiswa-antara-konsepsi-dan-aksi-dalam-isu-palestina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 36/94 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: www.limasidik.com @ 2025-10-14 01:36:20 by W3 Total Cache
-->