<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DANA</title>
	<atom:link href="https://www.limasidik.com/tag/dana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Sep 2024 06:46:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>

<image>
	<url>https://www.limasidik.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-Icon-Limasidik-32x32.png</url>
	<title>DANA</title>
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Proses Pencairan Dana Ormawa STAIN Majene: Keterlambatan, Prosedur, dan Tanggapan Pihak Kampus</title>
		<link>https://www.limasidik.com/proses-pencairan-dana-ormawa-stain-majene-keterlambatan-prosedur-dan-tanggapan-pihak-kampus/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/proses-pencairan-dana-ormawa-stain-majene-keterlambatan-prosedur-dan-tanggapan-pihak-kampus/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Sep 2024 06:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DANA]]></category>
		<category><![CDATA[Ormawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=3335</guid>

					<description><![CDATA[Majene – Lima Sidik. Proses pencairan dana operasional Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Sekolah Tinggi Agama]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Majene – Lima Sidik.</strong> Proses pencairan dana operasional Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene masih menemui kendala, terutama terkait keterlambatan beberapa Ormawa dalam menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Hal ini menyebabkan sebagian dana belum dapat dicairkan tepat waktu.</p>



<p>Dalam wawancara terbaru, Dr. Anwar Sadat, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, menekankan pentingnya tanggung jawab penuh dalam penggunaan dana operasional mahasiswa. Menurutnya, penggunaan anggaran negara, termasuk dana operasional Ormawa, harus dipertanggungjawabkan secara menyeluruh, tanpa terkecuali.</p>



<p>&#8220;Keluhan terkait beberapa mahasiswa yang terlambat melaporkan LPJ ini harus diperhatikan. Karena ini menggunakan anggaran negara, kita harus mempertanggungjawabkan meskipun satu rupiah sekalipun. Mengambil anggaran negara berarti siap untuk bertanggung jawab,&#8221; tegas Dr. Anwar Sadat.</p>



<p>Beliau menambahkan, meskipun LPJ terkadang terhambat karena kesibukan mahasiswa, tanggung jawab dalam penggunaan anggaran negara tidak boleh diabaikan.</p>



<p>&#8220;Selama dana digunakan sesuai aturan, tidak ada alasan untuk tidak menyelesaikan laporan tepat waktu,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Pengajuan dana operasional Ormawa di STAIN Majene harus dilakukan melalui prosedur yang telah ditetapkan. Bagian umum menjadi perantara untuk kemudian mengajukan pencairan dana ke bagian keuangan. Ormawa diwajibkan melengkapi beberapa dokumen utama, seperti surat permintaan dana operasional dan Surat Keputusan (SK) pembentukan kepengurusan mahasiswa yang baru.</p>



<p>Namun, meskipun prosedur sudah jelas, masih ada kendala terkait pencairan dana bagi beberapa Ormawa. Kendati sebagian besar Ormawa telah menerima dana mereka, beberapa masih menghadapi keterlambatan. Salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), yang dana operasionalnya sempat terlambat dicairkan meskipun telah mengajukan sebelumnya. Pihak keuangan menyatakan bahwa keterlambatan ini terjadi karena pencairan dilakukan secara bertahap dan diprioritaskan untuk kegiatan yang mendesak terlebih dahulu.</p>



<p>“Saya cairkan dana berdasarkan urgensi kegiatan. Tidak mungkin semua Ormawa langsung menerima dana sekaligus, jadi kami lihat mana yang paling mendesak,” ungkap salah satu perwakilan dari bagian keuangan STAIN Majene.</p>



<p>Sebagai upaya mencegah keterlambatan, pihak keuangan menyarankan agar Ormawa mengajukan dana secara bertahap sesuai kebutuhan kegiatan. Sebagai contoh, jika dana total yang dialokasikan untuk sebuah Ormawa adalah Rp4 juta, mereka dapat mengajukan Rp1,5 juta terlebih dahulu untuk kegiatan yang akan segera dilaksanakan, kemudian mengajukan sisanya setelah kegiatan selesai dan LPJ diserahkan. Hal ini bertujuan agar tidak ada penundaan dalam pencairan dana untuk kegiatan berikutnya.</p>



<p>Sebagai penutup, pihak keuangan berharap agar penerima dana operasional mahasiswa dapat meningkatkan profesionalitas dan ketepatan waktu dalam penyelesaian LPJ. Harapan ini agar di tahun anggaran 2024 tidak ada lagi dokumen LPJ yang tertunda hingga tahun 2025.</p>



<p><strong>Reporter: Anafika Sariatul Umi<br>Editor: Ainung Salim</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/proses-pencairan-dana-ormawa-stain-majene-keterlambatan-prosedur-dan-tanggapan-pihak-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/53 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: www.limasidik.com @ 2025-10-14 01:34:08 by W3 Total Cache
-->