<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Webinar</title>
	<atom:link href="https://www.limasidik.com/category/pustaka/webinar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 May 2026 10:28:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.limasidik.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-Icon-Limasidik-32x32.png</url>
	<title>Webinar</title>
	<link>https://www.limasidik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Suara Perubahan dari Pesisir: Menengok Gerakan Intelektual Mahasiswa Pascasarjana STAIN Majene</title>
		<link>https://www.limasidik.com/suara-perubahan-dari-pesisir-menengok-gerakan-intelektual-mahasiswa-pascasarjana-stain-majene/</link>
					<comments>https://www.limasidik.com/suara-perubahan-dari-pesisir-menengok-gerakan-intelektual-mahasiswa-pascasarjana-stain-majene/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Limasidik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 07:13:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar]]></category>
		<category><![CDATA[Pascasarjana]]></category>
		<category><![CDATA[STAIN Majene]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.limasidik.com/?p=4132</guid>

					<description><![CDATA[Majene-LIMA SIDIK. Sejauh mana sebuah gagasan dari daerah mampu berdampak secara global? Jawaban atas pertanyaan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Majene-LIMA SIDIK</strong>.</em> Sejauh mana sebuah gagasan dari daerah mampu berdampak secara global? Jawaban atas pertanyaan itu terjawab dengan apik pada Minggu (17/5/2026) lalu. Dari sebuah ruang digital sederhana di Majene, Sulawesi Barat, gaung perubahan pendidikan nasional berbunyi nyaring, bahkan melintasi selat hingga ke Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siang itu, sebanyak 260 peserta memadati ruang virtual Zoom Meeting. Mereka bukan sekadar penonton, melainkan para pendidik, dosen, kepala sekolah, hingga pegiat literasi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Jakarta, hingga Parepare, yang berkumpul untuk satu tujuan: menggugat arah kurikulum Indonesia. Agenda besar ini diinisiasi secara mandiri oleh mahasiswa Pascasarjana Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan 2025 STAIN Majene.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengangkat tajuk “Rekonstruksi Pendidikan Indonesia: Dekolonisasi, Budaya, dan Relevansi Kurikulum”, webinar ini sejak awal tidak didesain sebagai pelengkap formalitas akademik belaka. Forum tersebut tumbuh menjadi ruang refleksi kritis atas kegelisahan dunia pendidikan hari ini yang dinilai masih terlalu berkiblat pada teori Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah berani para mahasiswa ini pun memantik apresiasi dari jajaran pemerintah daerah. Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Majene, Misbahuddin, yang hadir memberikan dukungan, menyampaikan catatan penting. Menurutnya, tantangan restrukturisasi kurikulum saat ini hanya bisa dijawab melalui sinergi nyata antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa guna memperkuat kembali identitas pendidikan yang berakar pada budaya bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi yang dipandu Dr. Usri tersebut bergulir semakin tajam saat ketiga narasumber nasional memaparkan perspektif mereka dari berbagai sudut pandang strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. Hj. St. Syamsudduha, M.Pd., membuka pemikiran peserta dengan menekankan pentingnya dekolonisasi kurikulum. Baginya, pendidikan yang merdeka adalah pendidikan yang mampu melepaskan diri dari dominasi epistemologi luar yang kerap tidak selaras dengan nilai lokal. Gagasan ini diperkuat oleh Ahmad Ridhai Azis, M.Pd., yang menegaskan bahwa kekayaan budaya Nusantara merupakan fondasi paling otentik untuk membangun karakter generasi masa depan. Sebagai penutup, Furqan AMC membawa diskusi ke ranah taktis mengenai bagaimana gerakan masyarakat sipil dapat menjadi motor penggerak revolusi pendidikan yang sesungguhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, atmosfer di kolom diskusi digital terus hidup hingga akhir sesi. Pertanyaan-pertanyaan kritis yang mengalir dari para peserta membuktikan adanya dahaga yang sama terhadap reformasi pendidikan yang lebih berkeadilan dan relevan. Keberhasilan menghimpun jejaring yang begitu luas ini tidak lepas dari kejelian panitia dalam memanfaatkan strategi sosialisasi digital secara masif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi STAIN Majene, khususnya di bawah komando Muhammad Rivaldi selaku Ketua Panitia, kesuksesan agenda ini membawa pesan simbolis yang mendalam. Mereka berhasil mendobrak stigma bahwa mahasiswa pascasarjana adalah kaum menara gading yang hanya sibuk dengan tumpukan teori. Dari pesisir Majene, mereka membuktikan diri mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang visioner dengan menghadirkan kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih mandiri dan berakar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Reporter: Ayu Lestari<br>Editor: Dewi Karlina</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.limasidik.com/suara-perubahan-dari-pesisir-menengok-gerakan-intelektual-mahasiswa-pascasarjana-stain-majene/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/46 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Redis

Served from: www.limasidik.com @ 2026-10-13 06:04:49 by W3 Total Cache
-->