Majene-Lima Sidik. Unit Kegiatan Mahasiswa Lima Sidik menggelar Bincang-bincang Sidik (BBS) edisi perdana secara daring melalui Zoom dan Live Facebook pada Jumat (04/11/2022).

Satu-satunya pembicara yang menyempatkan diri mengikuti kegiatan ini yaitu Azhari selaku Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) STAIN Majene.

Azhari menyayangkan ketidakhadiran unsur pimpinan dan unit terkait, terlebih karena sebelumnya mereka telah mengonfirmasi untuk ikut berdiskusi.

“Seharusnya pimpinan menyempatkan dirinya hadiri forum ini karena mereka telah dikonfirmasi. Apalagi sebenarnya kegiatan ini sudah ditunda dari jadwal sebelumnya dengan harapan bisa diikuti oleh pimpinan, namun sayang seribu sayang nyatanya tidak seperti itu,” ungkap Azhari.

Azhari juga memandang bahwa salah satu penyebab polemik larangan menggunakan penutup wajah (termasuk cadar) saat mengikuti kegiatan akademik adalah karena minimnya sosialisasi.

“Alangkah lebih baik bila sebelum mahasiswi bercadar itu kuliah di STAIN Majene diberitahukan tentang aturan itu atau paling tidak disosialisasikan sejak mereka berstatus sebagai mahasiswa baru. Jangan nanti ketika semester akhir baru ditekankan (tanpa pendekatan persuasif),” tambah Azhari.

Pada awal acara, pembicara lainnya yakni Bahruddin selaku pegiat moderasi beragama sempat sejenak bergabung namun menolak lanjut ikuti BBS bila tidak dihadiri pembicara lain dari unsur pimpinan. Pembicara yang sebelumnya telah mengonfirmasi ikuti kegiatan ini namun urung karena ada halangan yakni Anwar Sadat dan Abdul Rahman. Adapun Abdul Fattah mendelegasikan kepada pihak lain namun yang ditunjuk juga tidak bersedia menjadi pembicara.

Reporter : Sariana
Editor : Divisi Litbang

60 thoughts on “Azhari: Aturan Terkait Penutup Wajah Mahasiswi Minim Sosialisasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0