Majene — Lima Sidik. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) berkolaborasi dengan UKM Lingkar Studi Al-Qur’an (LSQ) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menggelar Bedah Buku Nasional Daqa’iq Al-Qur’an dan Dialog Maulid Nabi bertema “Menelisik Presisi dan Keindahan Makna Al-Qur’an dan ‘Ishmah Nabi Muhammad SAW dalam Pandangan Al-Qur’an”, yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Perpustakaan STAIN Majene, Senin (5/10/26).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua STAIN Majene, Prof. Dr. Hj. Wasilah, S.T., M.T.; Ketua Tim Pendiri STAIN Majene, Prof. Dr. Ahmad M. Sewang, M.A.; Penulis Buku Daqa’iq Al-Qur’an, KH. Miftah Fauzi Rakhmat, Lc., M.A.; Ketua Jurusan Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Dr. Muhammad Rais, M.Si.; Sekretaris Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Muhammad Dirman Rasyid, Lc., M.Ag.; Ketua HMPS IAT, Randy Prayudi; Ketua UKM Lingkar Studi Al-Qur’an (LSQ), Khaeril Alam Syam; jajaran civitas akademika, tamu undangan, serta seluruh peserta kegiatan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua STAIN Majene, Prof. Dr. Hj. Wasilah, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kedua tema dalam kegiatan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Dua tema ini yang tidak terpisah menjadi satu kesatuan karena Al-Qur’an adalah teori dan Nabi Muhammad adalah praktik. Al-Qur’an teks presisi dan Muhammad adalah konteks keindahan. Melalui kegiatan ini kita ingin kembali ke jati diri kita, Islam yang presisi dalam ilmu, indah dalam bahasa, dan mulia dalam perbuatan seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Ketua Panitia, Ibnu Ma’sum, menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan memperdalam wawasan mahasiswa mengenai keindahan Al-Qur’an sekaligus meluruskan berbagai perdebatan seputar Maulid Nabi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena dinilai bermanfaat dalam menambah pemahaman mahasiswa terkait Al-Qur’an dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman kita terkait Al-Qur’an dan Maulid Nabi,” ujarnya.

Tanggapan positif juga datang dari salah seorang peserta, Husnia. Mahasiswa Prodi IAT ini menilai agenda tersebut sangat relevan untuk memotivasi mahasiswa agar terus belajar, berkarya, sekaligus memperdalam rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kegiatan ini menyadarkan kami bahwa buku bukan sekadar lembaran, melainkan kebutuhan penting dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.

Ia berharap agenda ini makin memacu semangat belajar mahasiswa, mendorong peneladanan akhlak Rasulullah, serta membudayakan tradisi membaca buku di lingkungan kampus.

Reporter: Nur Sahsabila
Editor : Ashma Salsabylha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0