Majene – Lima Sidik.
Suasana penuh semangat mewarnai pembukaan Welcoming Camp MAPIA ke-VIII yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Imam Lapeo dan Racana Andi Depu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene. Kegiatan ini mengusung tema “Semangat Baru Penerimaan Tamu Racana 2025: Membangun Anggota Berkualitas Bersama Pramuka STAIN Majene” dan dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Lantai 3 pada Kamis (6/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua III Dr. Abdul Rahman, M.Pd., M.H., Ph.D.; Kepala Subbagian Akademik Abdul Gafur, S.Th.I., M.Th.I.; Ketua Dewan Racana Imam Lapeo dan Andi Depu, Alfian Aco; panitia; serta seluruh peserta anggota baru Racana Imam Lapeo dan Andi Depu.

Ketua panitia, Izzatul Ramadhani, melaporkan bahwa jumlah pendaftar anggota baru mencapai sekitar 30 orang. Dana kegiatan ini bersumber dari dana operasional tahunan UKK Pramuka Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai materi pembinaan kepramukaan dan penguatan karakter.

Wakil Ketua III Dr. Abdul Rahman, M.Pd., M.H., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta. Ia menyoroti dua hal penting yang menjadi teladan dalam dunia kepramukaan, yakni sebagai wadah pembentukan karakter dan sikap ketegasan.

Sambutan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

“Welcoming Camp bukan sekadar ajang perkenalan, tetapi juga wasilah untuk membentuk kepribadian yang mandiri dan berakhlak mulia. Karena itu, ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh keseriusan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menegaskan adanya perbedaan besar antara mahasiswa yang aktif berorganisasi dan yang tidak. Menurutnya, organisasi merupakan tempat terbaik untuk belajar tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan yang tidak selalu diajarkan di ruang kelas.

Menutup kegiatan, ketua panitia berharap agar mahasiswa STAIN Majene dapat mengenal lebih jauh tentang kepramukaan. Ia menegaskan bahwa Pramuka tidak hanya dikenal dengan kegiatan perkemahan, tetapi juga mengajarkan cara bertahan hidup di alam bebas, saling menghargai, serta hidup mandiri.

Reporter (Magang): Nur Sahsabila
Editor: Dewi Karlina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0