Majene – Lima Sidik. Penayangan film karya mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari salah satu narasumber kegiatan, Khaeril Umam, pegiat film Sulawesi Barat.
Ia mengapresiasi ide dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pesan dakwah melalui media visual, dalam kegiatan penayangan perdana yang berlangsung di Warkop Neo Alternative, Lino Maloga, pada Sabtu malam, (5/7/2025).
“Kedua film tadi malam menampilkan ide cerita yang luar biasa. Sebenarnya tema seperti itu sudah biasa kita temui di film-film besar, tetapi ada hal baru seperti konsep, warna juga dinamika yang disajikan. Beberapa hal menjadi catatan, terkhusus film Celah bisa menambah variasi shot kemudian kamera movement-nya. Kemudian film Sekat perlu memperhatikan sedikit elemen visual di dalamnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Khaeril menyampaikan bahwa film adalah media dakwah yang sangat efektif. Ia melihat potensi besar dalam karya-karya mahasiswa KPI, yang menurutnya bisa dikembangkan secara kolektif dan berkelanjutan.
“Film sangat bisa dijadikan media dakwah, dan sudah banyak isu-isu sosial yang disampaikan melalui film. Tidak menutup kemungkinan mahasiswa KPI bisa memproduksi film secara kolektif, berkelanjutan, bahkan mulai mempelajari seperti apa industri film bekerja. Saya percaya beberapa dari mahasiswa KPI memiliki potensi terhadap film, sehingga kampus atau Prodi KPI sebisa mungkin membentuk program perfilman secara intensif sebagai habitat untuk kawan-kawan yang minat menjadi filmmaker,” jelasnya.
Khaeril juga menekankan pentingnya pembinaan lanjutan di lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek dalam dunia perfilman tidak hanya sinematografi atau editing, tetapi juga penulisan naskah, penyutradaraan, dan pengembangan ide cerita.
“Pengembangan ini bisa kita realisasikan dengan membentuk program atau komunitas film dalam tubuh kampus, bahkan prodi. Dari komunitas inilah kita akan mengumpulkan mahasiswa yang ingin mengembangkan dirinya dan mereka yang minat terhadap dunia film. Setelah komunitas berjalan, kita bisa mengarahkan mereka secara bertahap ke industri film, bahkan ke festival,” tambahnya.
Ia meyakini bahwa film memiliki kekuatan emosional dalam menyampaikan pesan dakwah maupun isu sosial.
“Film memiliki kekuatan untuk memberikan sugesti yang baik, sehingga mampu membawa dan mengarahkan perasaan serta asumsi penontonnya. Apa yang ingin kita ceritakan melalui film bisa tersampaikan dan memengaruhi audiens,” tegasnya.
Penayangan film ini merupakan bagian dari tugas akhir Mata Kuliah Dakwah Multimedia yang diampu oleh Muh. Aswad, S.Kom.I., M.Sos. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas dalam menyampaikan pesan dakwah melalui media visual.
Reporter: Ainung Salim
Editor: Nurrezky Ramadhany Arsyad