Majene — Lima Sidik. Pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelaksana Pemilu (LPP) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene di gedung perpustakaan lantai 3 berlangsung ricuh pada Senin, (30/6/2025).

Pemilihan dimulai pada pukul 10 pagi dan pemungutan suara dilaksanakan pada pukul 1 siang. Situasi pemilihan berubah menjadi ricuh setelah terjadi kesalahpahaman antara panitia dan peserta terkait validitas data pemilih.

Kericuhan dipicu oleh ketidaksesuaian data dalam lembar absen pemilih. Salah satu peserta yang hadir dalam pemilihan tersebut mengaku sebagai Ketua Tingkat (Keti) PAI 3 angkatan 2022, namun nama peserta tersebut tidak tercantum dalam daftar hadir yang telah dibuat oleh panitia. Nama yang masih terdaftar merupakan ketua tingkat sebelumnya. Meskipun demikian, panitia tetap memperbolehkan peserta tersebut untuk memilih, sehingga memicu protes dari sejumlah peserta.

Dalam wawancara bersama Lima Sidik, Muhammad Firzam, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, hal itu bertentangan dengan aturan yang sudah ditetapkan.

“Dalam Pasal Nomor 5 sudah jelas bahwa yang berhak memilih adalah Keti dan sekretaris, dan tidak bisa diwakilkan atau digantikan. Nama yang tercantum di absen itulah yang sah. Ketika data tidak di-update, lalu panitia tetap mengizinkan orang lain memilih, itu pelanggaran,” ujar Firzam dengan nada kecewa.

Panitia pelaksana kegiatan juga turut memberikan tanggapannya, Lisnawati M., yang turut diwawancarai, mengakui bahwa kesalahan tersebut berasal dari internal panitia.

“Ini murni kesalahan teknis dari panitia. Kami kurang update dalam penginputan data pemilih. Ada perbedaan antara nama yang kami input dan orang yang datang untuk memilih,” jelas Lisnawati.

Keputusan awal yang diambil panitia setelah terjadi kericuhan adalah pemilihan tetap dilanjutkan. Namun, kericuhan yang cukup panjang dan mengganggu jalannya kegiatan membuat paniti akhirnya memutuskan untuk melakukan pemilihan ulang.

Untuk menghindari terjadinya kecurangan, panitia dan peserta membakar kertas suara yang sebelumnya digunakan. Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian mengenai jadwal pemilihan ulang tersebut.

Firzam berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta meminta agar panitia lebih tertib dan pengurus kegiatan turut mengawasi jalannya proses pemilihan agar berjalan dengan baik dan profesional.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pelaksanaan pemilu mahasiswa ke depan agar lebih tertib, transparan, dan menghargai aturan yang telah disepakati bersama.

Reporter: Fabry Nuari
Editor: Nurrezky Ramadhany Arsyad

2 thoughts on “Pemilihan Ketua HMJ dan HMPS STAIN Majene Berlangsung Ricuh”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0