Majene – Lima Sidik. Wakil Ketua (Waka) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Abdul Rahman, menggelar pertemuan bersama seluruh organisasi mahasiswa (Ormawa) STAIN Majene di Gedung Dosen Lantai 1 pada Kamis (17/04/2025). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi awal dengan jajaran kepengurusan baru Ormawa periode mendatang.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun tetap penuh atensi. Turut hadir pula Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan serta Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. Agenda ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan arah kebijakan kemahasiswaan lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Rahman menekankan pentingnya organisasi sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta keberanian mahasiswa dalam menghadapi tantangan di luar lingkungan kampus.
“Mahasiswa perlu aktif berorganisasi karena meskipun IPK tinggi, itu hanya bukti akademik. Organisasi mengajarkan kepemimpinan, administrasi, dan keterampilan lainnya yang tak didapat di bangku kuliah, serta memberi kita pengalaman langsung yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya tegas.
Ia juga menyoroti pentingnya prinsip inklusivitas dan netralitas dalam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, Ormawa harus menjadi ruang terbuka yang mampu merangkul seluruh latar belakang dan perbedaan yang ada.
Rahman memperkenalkan visi kemahasiswaan yang diusung, yaitu “Mewujudkan ekosistem kemahasiswaan yang inklusif, aktif, berprestasi, dan berdampak.” Visi ini menjadi pijakan dalam merancang program-program kerja yang diharapkan mampu membuka ruang kontribusi seluas-luasnya bagi seluruh mahasiswa.
Dalam paparannya, ia menjelaskan sejumlah program strategis, salah satunya adalah penguatan budaya organisasi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja maupun pengabdian masyarakat. Ia menegaskan bahwa indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi saja tidak cukup, sebab pengalaman berorganisasi justru lebih banyak membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, empati, serta keberanian berdialog dalam perbedaan.
“Mahasiswa yang aktif berorganisasi akan lebih siap menyelesaikan persoalan di lapangan,” ujarnya.
Rahman juga mengenalkan sistem digitalisasi administrasi Ormawa sebagai upaya memangkas birokrasi yang selama ini dinilai lamban. Melalui sistem ini, proses perizinan, pengajuan proposal, dan pelaporan kegiatan dilakukan secara digital sehingga lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi secara otomatis. Sistem ini sekaligus menjadi repositori digital yang dapat menunjang akreditasi karena seluruh aktivitas kemahasiswaan tercatat dan mudah diakses.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah digitalisasi administrasi Ormawa. Dengan penerapan sistem ini, mahasiswa tidak lagi perlu menyampaikan surat secara manual, melainkan dapat mengakses dan mengunggah dokumen melalui platform digital sebagai bagian dari transformasi menuju birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan ramah lingkungan (paperless).
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) STAIN Majene, Aco Bakri, memberikan tanggapan positif terhadap pemaparan tersebut. Ia menilai bahwa program-program yang dipresentasikan sangat relevan dan memiliki potensi besar untuk membentuk arah kemahasiswaan ke depan. Ia juga berharap seluruh gagasan tersebut dapat direalisasikan secara konkret di lapangan.
“Untuk program-program yang sudah dirancang saya kira sudah sangat bagus dan memiliki potensi besar. Harapan saya, semoga apa yang disampaikan tadi bisa benar-benar terealisasi,” ucapnya.
Ia juga mengusulkan agar ke depannya diselenggarakan diskusi akbar yang melibatkan seluruh Ormawa, mahasiswa, para wakil ketua, serta ketua jurusan yang telah dilantik sebagai ruang refleksi bersama dan perencanaan masa depan STAIN Majene.
Reporter: Anafika
Editor: Ainung Salim