Majene – Lima Sidik. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene telah menggelar Wisuda Sarjana ke-IV pada 2 Mei lalu dan terdapat 3 lulusan terbaik, salah satunya ialah Nur Ahmad Fauzi.

Nur Ahmad Fauzi merupakan mahasiswa berprestasi yang lulus dengan predikat cumlaude dan menjadi lulusan terbaik III se-institusi. Ia berasal dari program studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan menjadi lulusan terbaik II se-jurusan Tarbiyah dan Keguruan.

Tidak Ada Niatan Untuk Kuliah

Mulanya, ia tak berniat sama sekali untuk melanjutkan kuliah. Namun karena dorongan orang tua, akhirnya ia belajar sedikit demi sedikit untuk melanjutkan dan mencintai perkuliahan.

Sebelum masuk di STAIN Majene, ia merupakan mahasantri di Ma’had Ali Sengkang. Namun hal itu tak berselang lama karena Covid-19 yang melanda saat itu dan orang tua yang tinggal sendiri di rumah. Akhirnya, ia memutuskan untuk menganggur hingga pendaftaran jalur Mandiri STAIN Majene terbuka. Ia mendaftar dan lolos di prodi PAI.

Perjalanan kuliahnya tak berhenti sampai disitu. Lambat laun, semakin bertambahnya semester, semangat Fauzi untuk menyelesaikan studinya semakin tinggi.

Mulai Merubah Niat

Saat berada di semester 6, ia mulai sadar bahwa lulusan terbaik III itu harus segera menyelesaikan studinya dan tak berlama-lama di kampus. Dari sinilah, Fauzi mulai mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) non reguler yaitu KKN Moderasi Beragama sebagai langkah awalnya untuk menyelesaikan studi dengan cepat.

Setelah KKN, lulusan PAI ini segera menyusun proposal skripsi dan berhasil seminar proposal sebelum tahun 2024. Dan setelah itu, ia berhasil seminar hasil pada April dan mengikuti wisuda sarjana ke-IV.

Ekonomi dan Organisasi Tak Menghalangi

Semasa perkuliahan, Fauzi merasa terbebani dengan biaya perkuliahan. Namun hal itu tak menghentikan semangatnya untuk melanjutkan studi. Ia mendapatkan beasiswa KIP pengganti yang berjalan selama 2 semester akhir.

Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi baik di dalam maupun di luar kampus.

“Aktivitas saya adalah kuliah dari pagi hingga sore, sore hingga malam mengaji kitab dan setelah dari itu saya mengerjakan tugas,” ujar Fauzi saat diwawancarai di gedung Terpadu Lantai 3.

Kesibukan tersebut tak menjadikannya melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa akhir yakni menyelesaikan skripsi.

Tips Cepat Menyelesaikan Studi

Menurut Fauzi, manajemen waktu sangat diperlukan agar segala aktivitas dapat teratur dan terencana.

“Saya memiliki kalender dan di kalender tersebut saya buatkan jadwal aktivitas serta daftar capaian agar semuanya teratur dan terencana,” jelas Fauzi.

Selain itu, lingkungan juga menjadi penentu cepat tidaknya seseorang dalam menyelesaikan studi.

“Saya juga bisa menyelesaikan studi dengan cepat karena lingkungan dan teman-teman saya produktif sebagaimana ada seorang ulama yang mengatakan agama seseorang tergantung agama teman duduknya. Oleh karena itu, selektif lah dalam memilih lingkungan dan teman,” tambahnya.

Tips selanjutnya, perbaiki akhlak dengan dosen, karena dengan akhlak yang baik, maka seseorang akan mendapat berkah dan mengeluarkan aura positif tersendiri.

Terakhir, Fauzi berharap kepada mahasiswa khususnya agar dapat mengikuti jejaknya.

“Harapannya agar para mahasiswa dapat memperbanyak bacaan buku, perbanyak dekat dengan orang-orang berilmu dan untuk mahasiswa semester akhir, jangan menunda pengerjaan skripsi mu,” tutupnya.

Reporter: Annida Indah Khofiyah
Editor: Ainung Salim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Facebook
Facebook
YouTube20
Instagram0